Ambon (Antara Maluku) - Persatuan Artis Musik Melayu Dangdut Indonesia (PAMMI) Cabang Maluku akan mencari dua penyanyi dangdut baru untuk tampil meramaikan Musyawarah Nasional (Munas) III organisasi tersebut di Surabaya pada 2-4 Maret 2012.

"Kami sedang mencari dua penyanyi dangdut baru dari Ambon untuk tampil di Munas nanti," kata Ketua PAMMI Maluku Hasan Marasabessy, kepada ANTARA di Ambon, Selasa.

Pencarian penyanyi tersebut merupakan permintaan Ketua Umum PAMMI, Rhoma Irama, yang ingin agar PAMMI daerah menyiapkan dua pedangdut untuk tampil dalam perayaan Munas di Surabaya.

Munas III PAMMI semula dijadwalkan tanggal 24-25 Februari 2012, tetapi batal.

"Ketua Umum berencana menggelar perayaan Munas yang akan ditayangkan oleh satu stasiun televisi swasta, penyanyi-penyanyi daerah harus tampil menunjukan kebolehannya di sana, jadi kami juga akan menyiapkan pedangdut baru dari sini," ujarnya.

Marasabessy mengatakan, untuk menyiapkan dua pedangdut baru, pihaknya akan menggelar audisi pada akhir Februari 2012.

Dalam audisi tersebut, para kontestan akan melewati tahap semifinal dan final dalam waktu dua hari. Satu penyanyi pria dan satu penyanyi wanita yang dinilai terbaik akan diberangkatkan ke Surabaya.

"Dalam babak semifinal hanya akan ada 12 peserta, sedangkan finalis ditetapkan sebanyak enam orang," katanya.

Menurut Marasabessy, keinginan PAMMI Maluku untuk mencari pendatang baru di bidang tarik suara, khususnya musik dangdut, tidak hanya dikarenakan keperluan perayaan Munas PAMMI, melainkan juga untuk mencari bibit-bibit penyanyi dangdut di daerah ini.

"Dangdut adalah musik rakyat. Audisi ini bukan untuk Munas saja, tapi kami memang ingin mencari dan mengembangkan generasi muda Ambon yang memiliki bakat sebagai penyanyi dangdut," katanya.

Ia menambahkan, tidak terlalu sulit mencari pedangdut di Ambon dalam waktu singkat, karena banyak warga kota Ambon yang suka dengan jenis musik ini, dan bisa bernyanyi dangdut.

"Saya rasa tidak terlalu sulit. Di sini banyak yang suka dan bisa bernyanyi dangdut," kata Hasan Marasabessy.

Editor: John Nikita
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar