Ambon (Antara Maluku) - Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Maluku Bram Tomasoa menyesalkan beredarnya isu provakatif yang menyatakan akan terjadi gelombang pasang (tsunami) melanda Kepulauan Lease, Kabupaten Maluku Tengah, yang provokatif.

"Isu tsunami itu sangat provokatif dan meresahkan masyarakat di pulau Nusalaut-Saparua-Haruku yang dilanda guncangan gempa tektonik berkelanjutan pada tanggal 1--16 Juni 2012 dengan kekuatan di bawah 4 skala Richter (SR)," katanya di Ambon, Selasa.

Bahkan, katanya, sanak keluarga warga pulau Nusalaut-Saparua-Haruku--lebih populer dengan nama Kepulauan Lease--, baik di Kota Ambon maupun di luar Maluku menjadi resah dengan informasi menyesatkan.

Menurut Bram Tomasoa, isu yang beredar melalui pesan singkat (SMS) maupun BBM itu menyatakan terdapat gunung api baru di laut perbatasan Pulau Nusalaut dan Desa Ouw, Pulau Saparua

Selain itu, akan terjadi patahan besar yang mengakibatkan terjadi guncangan berkekuatan hebat dan tsunami.

Akibatnya, masyarakat di Pulau Nusalaut dan Pulau Saparua resah sehingga tidak bisa beraktivitas dengan baik.

Bram mengakui, berdasarkan data Seismograf Stasiun Geofisika Ambon tercatat guncangan gempa di Pulau Nusalaut terjadi sejak 1 Juni 2012 dengan kekuatan bervariasi di bawah 4 SR.

"Pusat gempanya berada di kedalaman laut rendah sehingga cukup terasa guncangannya. Tercatat tiga guncangan terasa setempat (MMI)," ujarnya.

Catatan seismograf Stasiun Geofisika Ambon guncangan gempa di Pulau Nusalaut pada tanggal 1--16 Juni 2012 lebih dari 100 kali.

Pulau Nusalaut-Saparua-Haruku-Ambon merupakan daerah penajaman dari busur Banda dengan bukti adanya air panas di daerah tersebut.

"Apalagi di sana tidak ada zona patahan maupun patahan aktif sehingga secara geologi kemungkinan munculnya gunung api baru itu tidak mungkin karenanya masyarakat jangan terprovokasi isu-isu menyesatkan," kata Bram menandaskan.

Ia bersama sejumlah dinas teknis akan mengunjungi Pulau Nusalaut, terutama Desa Leinitu, untuk melihat dampak guncangan gempa yang meresahkan masyarakat sempat, termasuk warga di Kota Ambon.

Pada Minggu (17/6) malam terjadi dua kali guncangan gempa tektonik dengan kekuatan bervariasi 2,3--3,8 SR di Nusalaut.

Editor: John Nikita
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar