Berita Terkait
Ambon (Antara Maluku) - Produk domestik regional bruto (PDRB) Provinai Maluku triwulan II tahun 2013 bertumbuh positif sebesar 2,34 persen jika dibandingkan dengan triwulan I 2013 (atas dasar harga konstan (ADHK) tahun 2000=100).

Pertumbuhan positif ini terjadi pada seluruh sektor ekonomi di Maluku, kata Kabid Neraca Wilayah dan Analisis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Erhard Hatulesila di Ambon, Jumat.

Erhard menjelaskan, jika dilihat dari PDRB triwulan II tahun 2013 dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2012 (y - on -y) mengalami pertumbuhan sebesar 1,94 persen (ADHK tahun 2000=100).

Menurutnya, perekonomian di Maluku yang diukur berdasarkan besaran pdrb atas dasar harga berlaku pada triwulan II tahun 2013 mencapai Rp3,19 triliun, sedangkan PDRB atas dasar harga konstan 2000 adalah Rp1,26 triliun.

"Pengeluaran konsumsi rumah tangga pada triwulan II tahun 2013 dibandingkan dengan triwulan I tahun 2013 naik secara riil sebesar 2,34 persen, pengeluaran konsumsi lembaga swasta tidak mencari untung naik sebesar 0,24 persen, pengeluaran konsumsi Pemerintah naik sebesar 5,07 persen,"ujarnya.

Sedangkan pembentukan modal tetap bruto naik menjadi 7,62 persen, lanjutnya, ekspor naik sebesar 1,63 persen, selanjutnya komponen impor barang dan jasa naik sebesar 5,50 persen.

Erhard menjelaskan, jika dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2012 sebagian besar komponen penggunaan mengalami peningkatan yakni konsumsi rumah tangga naik sebesar 5,04 persen, konsumsi lembaga swasta tidak mencari untung sebesar 1,81 persen, konsumsi pemerintah sebesar 8,63 persen.

Pembentukan modal tetap bruto naik sebesar 16,62 persen, ekspor barang dan jasa turun sebesar -0,29 persen dan impor barang dan jasa naik sebesar 16,62 persen.

Sedangkan kinerja perekonomian Maluku pada triwulan II tahun 2013 jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (q - to - q) yang digambarkan oleh oleh PDRB atas dasar harga konstan mengalami kenaikan sebesar 2,34 persen.

Dengan demikian pertumbuhan positif terjadi pada seluruh sektor ekonomi yakni sektor pertanian 2,58 persen, sektor pertambangan dan penggalian 2,49 persen, sektor industri pengolahan 4,05 persen.

Sektor listrik dan air bersih 0,94 persen, sektor bangunan konstruksi 3,97 persen, sektor perdagangan, hotel dan restauran, 1,78 persen, sektor angkutan dan kominikasi 2,12 persen, sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan 0,80 persen serta sektor jasa - jasa 2,70 persen.

Editor: John Nikita
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar