Gubernur: Perangi Kejahatan Atas Nama Agama

id Gubernur
Permukiman itu ditempatkan warga Muslim, Kristen Protestan, Kristen katholik, Hindu dan Budha dari berbagai etnis
Ambon, 3/3 (Antara Maluku) - Gubernur Maluku Said Assagaff memandang perlu memerangi kejahatan yang mengatasnamakan agama di dunia.

"Marilah kita memerangi kejahatan mengatasnamakan agama dengan mencerminkan hidup dengan pikiran dan jiwa bersih," katanya, di Ambon, Kamis.

Said mengatakan hal itu di hadapaan peserta Pertemuan Raya dan Perkemahan Nasional Pemuda - Mahasiswa Gereja Protestan di Indonesia dalam rangka HUT Gereja Protestan Indonesia (GPI) ke - 412 di bumi perkemahan Siwalima, Airlouw, kecamatan Nusaniwe, kota Ambon, Kamis.

Menurut diam dibutuhkan perjumpaan dan dialog yang intensif antarumat beragama untuk menjawab berbagai kejahatan tersebut.

"Kami di Maluku mengintensifkan pertemuan berskala nasional, karena strategis untuk menjawab kejahatan mengatasnamakan agama yang sengaja diprovokasi oknum-oknum menyesatkan," ujar gubernur.

Dia merujuk penyelenggaraan MTQ Nasional XXIV di Ambon pada 8 - 15 Juni 2012, Pesparawi Nasional XI di Ambon 2 - 12 Oktober 2015 dan Tanwir Muhammadiyah juga di Ambon pada 24 - 26 Februari 2017.

"Saya meminta kepada Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah agar mempercayakan Maluku menjadi tuan rumah penyelenggaraan Muktamar agar melalui pertemuan lintas agama tersebut bisa membangun Maluku yang sejahtera, rukun, religius dan berkualitas," kata Gubernur.

Dia mengatakan, penyelengaraan MTQ maupun Pesparawi Nasional tercermin umat Islam dan Kristen saling mendukung sehingga para tamu merasa aman dan nyaman berada di daerah ini.

"Peserta MTQ ditempatkan di rumah basudara Kristen. Sedangkan Pesparawi ternyata basudara Islam meminta pesertanya tinggal di rumah mereka,"ujarnya.

Gubernur mengemukakan, bercermin dari pembangunan perdamaian mendorong Maluku menjadikan daerahnya sebagai laboratorium kerukunan antarumat beragama di Indonesia.

"Wujud fisiknya sedang diprogramkan pembangunan permukiman multietnis dan agama yang direncanakan dibangun di desa Laha dan Hatu, pulau Ambon," katanya.

Sedikitnya 500 unit rumah dibangun di permukiman tersebut oleh Kementerian PU dan PR dengan tempat ibadah ditangani Kementerian Agama.

"Permukiman itu ditempatkan warga Muslim, Kristen Protestan, Kristen katholik, Hindu dan Budha dari berbagai etnis," tandas Gubernur Said.

Menpora, Imam Nahrawi, berkenan menghadiri Pertemuan Raya dan Perkemahan Nasional Pemuda - Mahasiswa Gereja Protestan Indonesia dalam rangka HUT Gereja Protestan Indonesia (GPI) ke - 412 di bumi perkemahan Siwalima, Airlouw, kecamatan Nusaniwe, kota Ambon, pada 28 Februari 2017. 

Editor: John Nikita

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga