Selasa, 28 Maret 2017

Pesta Pendidikan Bahas Peran Anak Kurangi Kekerasan

id Pendidikan, Anak
Ambon, 17/3 (Antara Maluku) - "Ngobrol Publik" yang merupakan bagian dari Pesta Pendidikan 2017 di Ambon, membahas peran anak sebagai pelapor dan pelopor dalam mengurangi tindak kekerasan yang terjadi pada anak.

Kegiatan yang menghadirkan mantan Wakil Ketua Forum Anak Kota Ambon Zaky Attamimi, Plt. Ketua Forum Anak Maluku Manise Mario Renyaan dan aktivis anak Diana Lating sebagai pembicara tersebut, diikuti oleh sedikitnya 45 pelajar dari berbagai SMP dan SMA di Ambon, Jumat.

Dalam diskusi terbuka, sebagian besar pelajar yang hadir memberi perhatian besar terhadap tindak kekerasan yang terjadi di lingkungan pendidikan. Beberapa di antaranya bahkan mengaku pernah mengalami "bullying" baik dalam bentuk fisik maupun psikis.

Ada juga pelajar yang menanyakan tentang perlakukan diskriminatif guru dalam menyelesaikan tindak kekerasan antar siswa di sekolah.

Mario Renyaan mengatakan kebanyakan anak tidak berani melaporkan tindak kekerasan yang dialaminya kepada orang dewasa atau yang lebih berkompeten untuk menanganinya, tapi lebih sering menceritakannya kepada temannya sejawatnya.

Dalam kondisi tersebut, peran seorang teman sangat penting untuk menjadi seorang pelopor mengurangi tindak kekerasan berlanjut dengan melaporkan kejadian itu kepada orang tua, guru, orang dewasa maupun lembaga pengada layanan anti kekerasan.

"Anak-anak memiliki peran penting dalam mengurangi terjadinya tindak kekerasan terhadap sesamanya, dengan menjadi pelapor ketika mengalami maupun menyaksikan tindakan tersebut kepada pihak berwajib, pengada layanan anti kekerasan maupun Forum Anak," katanya.

Zaky Attamimi mengatakan Forum Anak telah terbentuk di Maluku sejak 2010. Dari 11 kabupaten/kota hanya di Kabupaten Maluku Barat Daya yang belum memiliki wadah menampung aspirasi dan hak-hak anak tersebut.

Terkait dengan tugas dan tanggung jawabnya sebagai organisasi, Forum Anak Maluku tidak sekedar organisasi tempat anak-anak berkumpul, tapi juga berperan sebagai tempat penanganan kasus-kasus tindak kekerasan terhadap anak.

"Kita sudah melahirkan berbagai gagasan untuk mendukung hak-hak anak, kader-kader kami juga ikut berpartisipasi di tingkat nasional hingga internasional. Terkait tugas dan tanggung jawab kami, teman-teman bisa menghubungi kami jika ada melihat atau mengalami tindakan kekerasan," katanya.

Editor: John Nikita

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga