Jumat, 28 April 2017

DAK Kota Ambon 2017 Sebesar Rp50,8 Miliar

id Kota Ambon
Ambon, 20/3 (Antara Maluku) - Pemerintah Kota Ambon, Maluku, menerima Dana Alokasi Khusus 2017 sebesar Rp50,8 miliar, turun dibandingkan DAK 2016.

"Pada 2017 DAK Kota Ambon mengalami penurunan 50 persen dibandingkan 2016 sehingga tahun ini kami hanya menerima DAK fisik sebesar Rp50,8 miliar," kata Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kota Ambon Robby Silooy di Ambon, Senin.

Ia mengatakan program fisik Kota Ambon mendapat alokasi anggaran sebesar Rp50,8 miliar sedangkan untuk pembangunan nonfisik hanya diperoleh Rp124 juta.

DAK fisik itu terdiri dari DAK regular dengan total anggaran Rp25 miliar untuk bidang pendidikan, kesehatan, pertanian, perikanan, sentra UKM dan pariwisata.

DAK penugasan Rp 22,5 miliar untuk sanitasi, jalan dan pasar. Tahun ini Kota Ambon tidak menerima alokasi anggaran DAK afirmasi.

Untuk DAK nonfisik Kota Ambon menerima total anggaran sebesar Rp124 juta untuk kegiatan pendidikan, yakni untuk tunjangan sertifikasi guru, bantuan operasional kesehatan dan Keluarga Berencana, dana administrasi kependudukan, tunjangan guru PNSD serta tambahan penghasilan guru PNSD.

"Sebagian anggaran 2017 telah dialokasikan untuk proses pekerjaan fisik dan nonfisik. Anggaran telah kami dan proses pekerjaan untuk fisik juga telah dilaksanakan termasuk dengan yang nonfisik," ujarnya.

Roby mengakui, penurunan DAK berdampak pada penerimaan pendapatan daerah dibandingkan 2016. Penurunan tersebut disebabkan berkurangnya penerimaan komponen DAK.

"Berkurangnya alokasi transfer daerah oleh pemerintah pusat sangat dipengaruhi oleh penerimaan secara nasional yang juga mengalami penurunan," tandasnya.

Pendapatan daerah Kota Ambon 2017 dianggarkan sebesar Rp1,13 triliun yang terdiri dari PAD dianggarkan sebesar Rp132 miliar atau 11,67 persen, dana perimbangan Rp895 miliar atau 78,86 persen dan lain-lain daerah yang sah dianggarkan Rp107 miliar atau 9,45 persen.

Untuk belanja daerah dianggarkan sebesar Rp1,13 triliun. Belanja daerah terdiri dari belanja langsung dianggarkan Rp698 miliar atau 61,84 persen dari total belanja daerah dan belanja langsung dianggarkan sebesar Rp435 miliar atau 38,58 persen dari total belanja daerah.

"Kami berharap anggaran yang diterima dapat dimaksimalkan oleh aparatur pengelola agar sesuai dengan perencanaan dan penganggarannya," kata Robby Silooy.

Editor: John Nikita

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga