Selasa, 22 Agustus 2017

Gubernur Maluku Ikut Pembaretan di Pulau Natuna

id Natuna
Gubernur Maluku Ikut Pembaretan  di Pulau Natuna
Gubernur seluruh Indonesia foto bersama saat akan mengikuti latihan di Pulau Natuna (Munir Akhmad)
Ambon, 18/5 (Antara Maluku) - Gubernur Maluku Said Assagaff bersama gubernur dari 33 provinsi lainnya mengikuti pembaretan dan tata cara hidup militer di Kepulauan Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, 18-19 Mei 2017.

"Pembaretan dan tata cara hidup militer akan dilakukan oleh Presiden Joko Widodo didampingi Panglima TNI Gatot Nurmayanto kepada 34 gubernur bersamaan dengan pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) di Kepulauan Natuna, Provinsi Kepri," kata Kabag Humas pemprov Maluku, Bobby Palapia yang dikonfirmasi, Kamis.

Dia mengatakan, selain Gubernur dari 34 provinsi, pembaretan dan hidup ala militer juga akan diikuti oleh Panglima Kodam (Pangdam) seluruh Indonesia dan disatukan dengan operasi latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) yang melibatkan 5.900 prajurit TNI.

Kegiatan tersebut berlangsung di Pantai Teluk Buton Tanjung Datuk Natuna, Kepulauan Riau, bersamaan dengan pembukaan Rakernas APPSI tahun 2017 oleh Presiden Joko Widodo.

Dia mengakui, gubernur dari 34 provinsi telah diberangkatkan dari Jakarta menuju Pulau Natuna pada Kamis pagi menggunakan pesawat Hercules C-130 milik TNI Angkatan Udara.

Dia menambahkan, pada Raker APPSI tahun 2017 para gubernur se-Indonesia juga akan membicarakan dan membahas kondisi keamanan terkini di Tanah Air.

"Rakernas juga akan menjadi ajang tukar menukar informasi maupun pembahasan berbagai persoalan yang dihadapi pemerintah Provinsi dalam penyelenggaraan pembangunan di daerah masing-masing, sekaligus diharapkan adanya solusi penyelesaian bersama pemerintah pusat," katanya.

Bobby menambahkan, gubernur Said juga akan membicarakan masalah ketidakadilan yang dihadapi daerah-daerah dengan karakteristis kepulauan, terutama perhitungan dana alokasi khusus (DAK) yang masih berdasarkan jumlah penduduk serta luas wilayah daratan.

"Diharapkan ada solusi dan jalan keluar yang bisa dihasilkan terkait masalah ini dalam rapat forum APPSI," ujarnya.

Editor: John Nikita

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga