Senin, 25 September 2017

Wali Kota Tual Lepas 103 JCH

id Tual
Wali Kota Tual Lepas 103 JCH
Wali Kota Tual Adam Rahayaan melepas 103 Jamaah Calon Haji asal kota tersebut, di Tual, Minggu (30/7) (Siprianus Yanyaan)
Ambon, 31/7 (Antara Maluku) - Wali Kota Tual Adam Rahayaan melepas 103 orang Jamaah Calon Haji (JCH) asal kota tersebut, bertempat di lapang Lodar El Kota Tual.

Siaran pers Humas Pemerintah Kota Tual yang diterima Antara di Ambon, Senin, menyatakan, Wali Kota Adam dalam sambutannya berharap agar para JCH tersebut diberikan kemampuan, kemudahan dan kesehatan lahir batin dalam melaksanakan rukun Islam yang kelima di Tanah Suci.

"Atas izin dan ridha Allah SWT, kiranya seluruh Jamaah Calon Haji Kota Tual dapat memenuhi panggilan sebagai tamu Allah, dapat melaksanakan secara baik dan benar serta sempurna sehingga dapat kembali ke tanah air dengan predikat Haji Mabrur", kata Adam.

Wali kota menyatakan, menyadari betapa pentingnya nilai-nilai kemabruran Haji dalam menyeimbangkan dimensi vertikal dan horizontal, maka Pemkot Tual berkomitmen untuk setiap tahun terus berusaha meningkatkan pelayanan JCH, baik dalam hal akomodasi, transportasi, kelengkapan, maupun pelaksanaan Manasik Haji.

Adam mengungkapkan, meskipun kuota Haji Tual tahun ini mengalami kenaikan 100 persen lebih, hal itu bukan merupakan masalah, bahkan Pemerintah Kota Tual berterima kasih kepada Kementerian Agama yang telah menambah sehingga memperpendek daftar tunggu calon yang telah mendaftar.

"Kami berharap di tahun-tahun yang akan datang, kuota Haji Kota Tual ditambah atau minimal dipertahankan, sehingga warga yang ingin mendaftar tidak terlalu lama menunggu," katanya.

Bantuan dan fasilitas yang diberikan Pemerintah Kota Tual kepada para JCH adalah biaya transportasi Tual-Makassar, stelan jas, dan kelengkapan sebanyak 103 paket.

Menurut Adam, perhatian dan kontribusi yang diberikan merupakan wujud komitmen Pemerintah Kota Tual dalam melaksanakan UU RI No. 13 Tahun 2008 tentang penyelenggaraan Ibadah Haji, dan pelaksanaan salah satu visi dan misi mewujudkan masyarakat yang religius.

"Pemerintah menyadari sungguh bahwa rakyat Tual adalah rakyat plural, di dalamnya terdapat berbagai macam suku, budaya, agama dan kepercayaan. Karena itu, perhatian tidak hanya pada golongan agama tertentu saja, tetapi semua akan diperlakukan sama sesuai kebutuhan dan porsinya masing-masing," katanya.

Editor: John Nikita

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga