Kamis, 24 Agustus 2017

Pembangunan Museum Rempah Ternate Didukung Kemendikbud

id Museum, Rempah
Ternate, 11/8 (Antara Maluku) - Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate, Maluku Utara (Malut) membangun museum rempah di Ternate mendapat dukungan dari Balai Cagar Budaya dan Permuseuman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Wali Kota Ternate Burhan Abdurahman di Ternate, Jumat, mengatakan, dukungan pembangunan museum rempah tersebut di antaranya dalam bentuk pengkajian dan penganggarannya melalui APBN, yang akan direalisasikan pada 2018.

Pemkot Ternate memprogramkan pembangunan museum rempah untuk menguatkan kembali eksitensi Ternate sebagai daerah penghasil rempah khususnya cengkeh dan pala yang sudah dikenal dunia sejak abad ke-15 silam, yang ditandai dengan datangnya bangsa-bangsa Eropa ke daerah ini untuk menguasai rempah.

Menurut Wali Kota, museum rempah tersebut nantinya akan menjadi media informasi untuk mengetahui segala hal yang terkait dengan rempah di Ternate sejak zaman dahulu hingga sekarang, selain itu juga untuk menjadi sarana pendidikan dan refrensi dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang terkait dengan rempah.

Museum rempah tersebut juga akan menjadi salah satu objek wisata di Ternate, karena para wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara biasanya sangat menyukai hal-hal yang terkait dengan sejarah, terutama kalau sejarah itu memiliki hubungan dengan negara mereka.

"Wisatawan dari Spanyol, Portugis dan Belanda misalnya saat berkunjung di Ternate pasti akan mencari museum rempah itu untuk mengetahui berbagai hal terkait dengan keberadaan bangsa mereka di Ternate pada massa lampau," katanya.

Museum rempah itu nantinya akan semakin melengkapi keberadaan salah satu situs sejarah yang terkait dengan rempah di Ternate yakni cengkeh Afo, yang merupakan cengkeh tertua didunia, karena sesuai hasil penelitian cengkeh itu telah berusia lebih dari 400 tahun.

Wali Kota mengharapkan kepada masyarakat di Malut dan berbagai pihak terkaitnya yang lainnya memiliki benda atau dokumen terkait dengan rempah, terutama yang telah berusia tua menyumbangkannya sebagai koleksi di museum rempah setelah museum rempah selesai dibangun.

Editor: John Nikita

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga