Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Maluku menemukan bakso mengandung boraks di Pasar Mardika Kota Ambon.

Hal ini diungkapkan Kepala BPOM Maluku, Rakhmad Barus, saat mengumumkan hasil uji laboratorium terhadap pangan basah termasuk mi, tahu dan bakso serta pangan hasil pertanian, perikanan dan peternakan, di kantornya di Kota Ambon, belum lama ini.

"Uji sampel laboratorium dilakukan terhadap 20 jenis pangan basah, yakni sembilan ikan, tiga sayur, lima tahu, daging sapi, mie basah, dan bakso. Prinsipnya semua bebas formalin kecuali bakso yang didapati mengandung boraks," Rakhmad Barus.

Sementara itu, lanjutnya, sayur dan mie basah tidak terdeteksi boraksnya karena konsentrasinya sangat kecil, di bawah "Limited of Detection " (LOD) laboratorium BPOM Maluku.

LOD adalah batas konsentrasi terkecil yang bisa dideteksi Laboratorium BPOM.

Sedangkan untuk sayur ada kecurigaan mengandung residum pestisida tapi tidak dapat dibuktikan lewat pengujian laboratorium, kecuali menggunakan alat Gas Chromatography (GC) dengan baku pembanding.

Dijelaskan Barus, "Baku pembanding pestisida itu misalnya kita memperkirakan ada residum pestisida nitrat dalam sampel yang diuji, maka kita butuh nitrat sebagai baku untuk dilakukan pengujian. Baku pembading ini yang kami tidak punya."

Terkait kendala tersebut, ia menyatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Kota Ambon.

Ia menyatakan, BPOM Maluku juga membutuhkan Gas Cromatography Mass Spectrum (GC-MS), yang dapat menguji kandungan residum pestisida tanpa baku pembanding.

Editor:
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar