Perusahaan perikanan PT Maritim Timur Jaya (MTJ) yang berlokasi di Ngadi, Kota Tual, Provinsi Maluku, siap menampung produksi nelayan setempat dan Kabupaten Maluku Tenggara, baik dalam bentuk ikan hidup maupun mati.

Kepala Devisi Operasional PT MTJ, Irwan Syahrir, ketika dikonfirmasi, Senin, mengatakan, kesiapan perusahaannya menampung produksi nelayan dua daerah tersebut sebagai tindak lanjut kerja sama yang telah dijalin sejak tiga bulan terakhir ini.

"Kami telah menjalin kerja sama dengan 500-an nelayan, baik di Kota Tual maupun Kabupaten Maluku Tenggara sehingga produksi masyarakat pesisir tersebut siap ditampung," ujarnya.

Irwan mengemukakan, perusahaannya juga siap menampung ikan hasil budidaya (bagan) antara lain jenis pelagis kecil atau di Maluku biasanya disebut ikan puri.

"Kerja sama dengan nelayan, baik dalam bentuk perorangan maupun kelompok guna mendukung kelancaran ekspor," katanya.

PT MTJ pada 16 September 2010 telah mengekspor 508 kilogram ikan hidup dan ikan pelagis kecil ke Hong Kong.

Sedangkan ikan pelagis kering dipasarkan ke Jakarta dan sejumlah kota besar lainnya di pulau Jawa.

"Kami memprogramkan mengekspor ikan pelagis kecil beku. Jadi, pangsa pasar sedang dijajaki dengan harapan produksi masyarakat pesisir di kota Tual, Maluku Tenggara maupun kabupaten lainnya di Maluku bisa ditampung agar berkesinambungan dan pada akhirnya mengdongkrak pendapatan mereka," ujar Irwan.

PT MTJ dalam kiprahnya sebagai industri perikanan terpadu berskala besar memiliki tangggung jawab moril untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, sekaligus memberian kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Tual maupun Maluku Tenggara.

Industri perikanan ini telah mengembangkan program minapolitan dan peresmiannya telah dilakukan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad di Tual pada 2 Agustus 2010.

Editor:
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar