Anggota Komisi III DPRD Malut Ibrahim Conoras mengkritik kinerja Badan Kehormatan (BK) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku Utara (Malut) yang dinilai mandul dalam melaksanakan tugasnya di internal institusi itu. "BK DPRD saat ini tidak memiliki nyali dan keberanian untuk menegur anggota DPRD, padahal mereka tak pernah melaksanakan tugas sebagai wakil rakyat. Akibatnya keberadaan BK DPRD ibarat hiasan bunga atau pelengkap penderita," katanya di Ternate, Minggu. Ia menegaskan, seharusnya BK DPRD mempunyai ketegasan untuk bekerja memberikan rekomendasi kepada pimpinan DPRD atas tindakan  sebagian anggota DPRD yang sudah berbulan-bulan meninggalkan tugas tanpa alasan jelas. BK DPRD menurut Conoras, adalah alat kelengkapan DPRD yang mempunyai tugas dan fungsinya menertibkan para anggota DPRD baik soal waktu kerja maupun pelanggaran etika. Ia mengungkapkan, anggota DPRD yang malas berkantor sebagian berasal dari Partai Golongan Karya (Golkar) yakni Aliong Mus. Ia terhitung sejak dilantik sampai saat ini paling sedikit berkantor. "Aliong, kabarnya lebih banyak berada di Jakarta ketimbang masuk kantor. Namun bagi BK lebih memilih menutup mata tanpa mengambil tindakan apapun," ujarnya. Mantan Kepala Bappeda Kabupaten Malut tersebut mengatakan, seharusnya BK berani mengambil sikap, tidak harus menunggu desakan dari anggota atau masyarakat, melainkan harus menilai sendiri siapa saja anggota DPRD yang malas berkantor. Sementara itu, Ketua BK Muhammad Albaar ketika dikonfirmasi membenarkan kalau ada anggota DPRD Malut malas berkantor. "Memang ada beberapa anggota DPRD malas berkantor dan lebih banyak berada di Jakarta," ungkapnya. Meski begitu, Albaar enggan mengomentari atas sikapnya menegur para anggota DPRD yang malas tersebut dengan alasan semuannya dikembalikan ke internal partai untuk melihat sendiri anggotanya di DPRD untuk diambil tindakan. "Biar saja masing-masing partai yang menegurnya, kalau ada sikap tegas dari partai, saya yakin anggota DPRD Malut yang indisipliner pasti lebih mematuhi sikap partai, ketimbang BK," ujarnya. Anggota DPRD Malut Kritik Kinerja Badan Kehormatan Anggota Komisi III DPRD Malut Ibrahim Conoras mengkritik kinerja Badan Kehormatan (BK) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku Utara (Malut) yang dinilai mandul dalam melaksanakan tugasnya di internal institusi itu. "BK DPRD saat ini tidak memiliki nyali dan keberanian untuk menegur anggota DPRD, padahal mereka tak pernah melaksanakan tugas sebagai wakil rakyat. Akibatnya keberadaan BK DPRD ibarat hiasan bunga atau pelengkap penderita," katanya di Ternate, Minggu. Ia menegaskan, seharusnya BK DPRD mempunyai ketegasan untuk bekerja memberikan rekomendasi kepada pimpinan DPRD atas tindakan  sebagian anggota DPRD yang sudah berbulan-bulan meninggalkan tugas tanpa alasan jelas. BK DPRD menurut Conoras, adalah alat kelengkapan DPRD yang mempunyai tugas dan fungsinya menertibkan para anggota DPRD baik soal waktu kerja maupun pelanggaran etika. Ia mengungkapkan, anggota DPRD yang malas berkantor sebagian berasal dari Partai Golongan Karya (Golkar) yakni Aliong Mus. Ia terhitung sejak dilantik sampai saat ini paling sedikit berkantor. "Aliong, kabarnya lebih banyak berada di Jakarta ketimbang masuk kantor. Namun bagi BK lebih memilih menutup mata tanpa mengambil tindakan apapun," ujarnya. Mantan Kepala Bappeda Kabupaten Malut tersebut mengatakan, seharusnya BK berani mengambil sikap, tidak harus menunggu desakan dari anggota atau masyarakat, melainkan harus menilai sendiri siapa saja anggota DPRD yang malas berkantor. Sementara itu, Ketua BK Muhammad Albaar ketika dikonfirmasi membenarkan kalau ada anggota DPRD Malut malas berkantor. "Memang ada beberapa anggota DPRD malas berkantor dan lebih banyak berada di Jakarta," ungkapnya. Meski begitu, Albaar enggan mengomentari atas sikapnya menegur para anggota DPRD yang malas tersebut dengan alasan semuannya dikembalikan ke internal partai untuk melihat sendiri anggotanya di DPRD untuk diambil tindakan. "Biar saja masing-masing partai yang menegurnya, kalau ada sikap tegas dari partai, saya yakin anggota DPRD Malut yang indisipliner pasti lebih mematuhi sikap partai, ketimbang BK," ujarnya.

Pewarta:

Editor :


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2010