Sebanyak 265 desa yang tersebar pada sembilan kabupaten dan dua kota di Maluku saat ini telah  mendapatkan akses internet  dan sisanya sebanyak 350 desa masuk kategori blank spot area atau belum mendapat akses internet.

"Kalau untuk sekolah-sekolah yang sudah mendapatkan akses internet sebanyak 362 sekolah ditambah 82 puskesmas yang tersebar pada semua kabupaten dan kota," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Maluku Titus Renwarin di Ambon, Kamis.


Ia menyampaikan di Kabupaten Buru ada 14 desa yang terakses internet, sekolah 31, puskesmas 43, dan blank spot area 41, kemudian Kota Tual 12 desa, tiga sekolah dan tiga puskesmas, sedangkan blank spotnya ada 12 titik.

Kemudian Kabupaten Maluku Tenggara empat desa, 14 sekolah, dan 10 puskesmas dan blank spotnya 39.

Menurut dia, jumlah desa, sekolah, serta puskesmas yang sudah terakses internet ini tentunya berbeda jauh dengan keseluruhan desa di Maluku sebanyak 1.135 desa.

"Pemerintah provinsi telah mengirimkan surat resmi kepada Kementerian Komunikasi dan Informasi sejak 19 Juli 2022 untuk meminta penambahan infrastruktur jaringan komunikasi," ujar Titus.

Permintaan penambahan infrastruktur yang dimaksudkan berupa pembangunan menara Base Transceiver Station (BTS) pada wilayah yang belum terjangkau jaringan telekomunikasi

"Maluku adalah wilayah kepulauan yang membutuhkan jaringan telekomunikasi karena juga sangat membantu pemerintah dalam pelaksanaan Pemilu 2024 serta pilkada serentak tahun depan," ucapnya.
 

Pewarta: Daniel Leonard

Editor : Ikhwan Wahyudi


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2023