Ambon (Antara Maluku) - Pemerintah kota Ambon, Maluku, memprogramkan "Jumat Bersih" sebagai gerakan menjaga kebersihan lingkungan di seluruh kantor pemerintah dan warga kota.
"Ini salah satu program prioritas Pemkot Ambon untuk tiga bulan ke depan, yang akan diawali dengan mengerahkan PNS sebagai contoh," kata Wali kota Richard Louhenapessy, di Ambon, Jumat.
Menurut dia, kebersihan merupakan bagian dari keindahan pribadi maupun lingkungan, sehingga progam "bersih-bersih lingkungan" itu merupakan tanggung jawab seluruh warga ibu kota Provinsi Maluku.
"Jumat Bersih" direncanakan menjadi kegiatan rutin mingguan, dimulai dari Pemerintah kota Ambon dan TNI/Polri.
"Kami mengawalinya dengan melibatkan PNS, TNI/Polri. Tahap awal dimulai dari Kecamatan Nusaniwe, Sirimau dan Bagula dengan aksi pembersihan di lingkup masing - masing kantor. Minggu depan akan melibatkan masyarakat," ujar Richard.
Menurut dia, koordinasi akan dijalin para camat, lurah dan raja (kepala desa) untuk mengajak warga berpartisipasi dalam program tersebut.
"Saya dan Wakil Wali kota Sam Latuconsina mengimbau masyarakat melalui para pemimpin agama guna memotivasi umat untuk menyukseskan progam ini. Saya sendiri tidak akan duduk diam, tetapi siap bersama warga untuk melakukan aksi bersih. Motivasi dan perhatian bagi petugas kebersihan di lapangan juga perlu ditingkatkan," katanya.
Dikatakan pula, gerakan "Jumat Bersih" membutuhkan dukungan dari media massa dalam menyosialisasikannya, termasuk lima program prioritas.
Media, kata Richad, merupakan sarana penyampaian pesan ke masyarakat, karena itu perannya sangat penting agar ada partisipasi untuk membenahi Ambon ke arah yang lebih baik.
Richard dan Sam dilantik Gubernur Maluku, Karel Albert Ralahalu menjadi Wali kota dan Wakil Wali kota Ambon pada 4 Agustus 2011. Pasangan ini memulai pemerintahannya dengan menetapkan lima program prioritas, yakni menjadikan kota Ambon bersih pada waktu siang dan terang pada malam hari, menata perparkiran, dan menata arus transportasi.
Selain itu, peningkatan kualitas pelayanan bagi masyarakat melalui pembenahan aparatur birokrasi dan meningkatkan pelayanan publik.
"Semua ini merupakan bagian untuk membenahi Ambon ke arah yang lebih baik. Semoga apa yang menjadi fokus utama mendapat dukungan dari warga kota," kata Richard Louhenapessy.
COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2011
"Ini salah satu program prioritas Pemkot Ambon untuk tiga bulan ke depan, yang akan diawali dengan mengerahkan PNS sebagai contoh," kata Wali kota Richard Louhenapessy, di Ambon, Jumat.
Menurut dia, kebersihan merupakan bagian dari keindahan pribadi maupun lingkungan, sehingga progam "bersih-bersih lingkungan" itu merupakan tanggung jawab seluruh warga ibu kota Provinsi Maluku.
"Jumat Bersih" direncanakan menjadi kegiatan rutin mingguan, dimulai dari Pemerintah kota Ambon dan TNI/Polri.
"Kami mengawalinya dengan melibatkan PNS, TNI/Polri. Tahap awal dimulai dari Kecamatan Nusaniwe, Sirimau dan Bagula dengan aksi pembersihan di lingkup masing - masing kantor. Minggu depan akan melibatkan masyarakat," ujar Richard.
Menurut dia, koordinasi akan dijalin para camat, lurah dan raja (kepala desa) untuk mengajak warga berpartisipasi dalam program tersebut.
"Saya dan Wakil Wali kota Sam Latuconsina mengimbau masyarakat melalui para pemimpin agama guna memotivasi umat untuk menyukseskan progam ini. Saya sendiri tidak akan duduk diam, tetapi siap bersama warga untuk melakukan aksi bersih. Motivasi dan perhatian bagi petugas kebersihan di lapangan juga perlu ditingkatkan," katanya.
Dikatakan pula, gerakan "Jumat Bersih" membutuhkan dukungan dari media massa dalam menyosialisasikannya, termasuk lima program prioritas.
Media, kata Richad, merupakan sarana penyampaian pesan ke masyarakat, karena itu perannya sangat penting agar ada partisipasi untuk membenahi Ambon ke arah yang lebih baik.
Richard dan Sam dilantik Gubernur Maluku, Karel Albert Ralahalu menjadi Wali kota dan Wakil Wali kota Ambon pada 4 Agustus 2011. Pasangan ini memulai pemerintahannya dengan menetapkan lima program prioritas, yakni menjadikan kota Ambon bersih pada waktu siang dan terang pada malam hari, menata perparkiran, dan menata arus transportasi.
Selain itu, peningkatan kualitas pelayanan bagi masyarakat melalui pembenahan aparatur birokrasi dan meningkatkan pelayanan publik.
"Semua ini merupakan bagian untuk membenahi Ambon ke arah yang lebih baik. Semoga apa yang menjadi fokus utama mendapat dukungan dari warga kota," kata Richard Louhenapessy.
Editor : John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2011