Ambon (Antara Maluku) - Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Yuddy Chrisnandi "blusukan" di sejumlah lokasi saat melakukan kunjungan kerja di Kota Ambon, Senin.
Dari Bandara Pattimura Ambon, menteri dan rombongan langsung mengunjungi Baileo Siwalima Karang Panjang, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Haulussy, Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Gereja Maranatha, Gereja Katedral, Balai Kota Ambon dan dilanjutkan shalat di Masjid Raya Al-fatah, lalu ke Pelabuhan Yos Sudarso.
Menpan didampingi Deputi Pelayanan Publik Kemenpan-RB, Gubernur Maluku Said Assagaff, Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy, pimpinan dan anggota DPRD serta pejabat di lingkup Kota Ambon dan Provinsi Maluku.
Di RSUD Haulussy, Menpan menekankan sistem pelayanan sudah harus komputerisasi agar tidak terjadi penumpukan pasien untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dan BPJS.
"Sistem pelayanan di RSUD harus `computerize`, jangan manual karena jumlah pasien semakin banyak sehingga membutuhkan sistem yang lebih baik selain itu RS harus menggunakan sistem nomor antrean," katanya.
Menpan juga meminta anggaran pembangunan RSUD Dr Haulussy di kawasan Poka harus ditambah dari semula Rp300 miliar.
"Anggaran pembangunan RSUD harus ditambah, Pemda sebelumnya alokasikan anggaran Rp300 miliar dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusu (DAK) Kementerian Kesehatan. Anggaran tersebut diusulkan saja, nanti saya akan bantu mengawal dan pertimbangkan di pusat, guna memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat," katanya.
Di Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, menteri meninjau unit pelayanan publik terpadu, Dinas Pendapatan (Dispenda) serta sejumlah ruangan kerja PNS dan ruang pelayanan publik seperti pengurusan izin.
Kepada para PNS yang bertugas Menpan menyatakan bahwa aparat pemerintah harus memberikan pelayanan terbaik jika pelayanan ditingkatkan maka akan diberikan penghargaan dari Kemenpan.
"Lebih baik bekerja dengan jumlah pegawai sedikit tetapi profesional. daripada banyak tetapi tidak masksimal," tandasnya.
Di masjid raya Al Fatah, Menpan menyampaikan beberapa pesan kepada masyarakat antara lain salam hangat dari Presiden Joko Widodo untuk warga Kota Ambon.
Menpan berjanji kepada masyarakat akan menata birokrat di Maluku agar bisa melayani masyarakat secar maksimal.
"Sitem birokrasi yang dijalankan saat ini bukan lagi bersifat menunggu, tetapi harus memahami masalah yang terjadi, dan harus bisa menyelesaikan apa yang dibutuhkan masyarakat," kata Yuddy.
Blusukan berkahir di Pelabuhan Yos Sudarso yakni meninjau dermaga, berkomunikasi dengan Kepala KSOP dan General Manajer PT Pelindo IV terkait operasional pelabuhan.
Dalam kesempatan ini Menpan juga meminta wali kota untuk memperhatikan kebersihan Teluk Ambon karena sampah di laut cukup banyak dan butuh perhatian untuk dibersihkan.
COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2015
Dari Bandara Pattimura Ambon, menteri dan rombongan langsung mengunjungi Baileo Siwalima Karang Panjang, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Haulussy, Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Gereja Maranatha, Gereja Katedral, Balai Kota Ambon dan dilanjutkan shalat di Masjid Raya Al-fatah, lalu ke Pelabuhan Yos Sudarso.
Menpan didampingi Deputi Pelayanan Publik Kemenpan-RB, Gubernur Maluku Said Assagaff, Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy, pimpinan dan anggota DPRD serta pejabat di lingkup Kota Ambon dan Provinsi Maluku.
Di RSUD Haulussy, Menpan menekankan sistem pelayanan sudah harus komputerisasi agar tidak terjadi penumpukan pasien untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dan BPJS.
"Sistem pelayanan di RSUD harus `computerize`, jangan manual karena jumlah pasien semakin banyak sehingga membutuhkan sistem yang lebih baik selain itu RS harus menggunakan sistem nomor antrean," katanya.
Menpan juga meminta anggaran pembangunan RSUD Dr Haulussy di kawasan Poka harus ditambah dari semula Rp300 miliar.
"Anggaran pembangunan RSUD harus ditambah, Pemda sebelumnya alokasikan anggaran Rp300 miliar dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusu (DAK) Kementerian Kesehatan. Anggaran tersebut diusulkan saja, nanti saya akan bantu mengawal dan pertimbangkan di pusat, guna memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat," katanya.
Di Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, menteri meninjau unit pelayanan publik terpadu, Dinas Pendapatan (Dispenda) serta sejumlah ruangan kerja PNS dan ruang pelayanan publik seperti pengurusan izin.
Kepada para PNS yang bertugas Menpan menyatakan bahwa aparat pemerintah harus memberikan pelayanan terbaik jika pelayanan ditingkatkan maka akan diberikan penghargaan dari Kemenpan.
"Lebih baik bekerja dengan jumlah pegawai sedikit tetapi profesional. daripada banyak tetapi tidak masksimal," tandasnya.
Di masjid raya Al Fatah, Menpan menyampaikan beberapa pesan kepada masyarakat antara lain salam hangat dari Presiden Joko Widodo untuk warga Kota Ambon.
Menpan berjanji kepada masyarakat akan menata birokrat di Maluku agar bisa melayani masyarakat secar maksimal.
"Sitem birokrasi yang dijalankan saat ini bukan lagi bersifat menunggu, tetapi harus memahami masalah yang terjadi, dan harus bisa menyelesaikan apa yang dibutuhkan masyarakat," kata Yuddy.
Blusukan berkahir di Pelabuhan Yos Sudarso yakni meninjau dermaga, berkomunikasi dengan Kepala KSOP dan General Manajer PT Pelindo IV terkait operasional pelabuhan.
Dalam kesempatan ini Menpan juga meminta wali kota untuk memperhatikan kebersihan Teluk Ambon karena sampah di laut cukup banyak dan butuh perhatian untuk dibersihkan.
Editor : John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2015