Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Halmahera Utara Maluku Utara bersama Kelompok tani Gura Ino bekerja sama penanaman pohon industri jenis balsa yang ditandai penanaman pohon tersebut.
"Ini menjadi bagian dari pengembangan kota, seperti hutan kota atau taman kota yang bermanfaat bagi masyarakat, sehingga saya mengajak warga yang punya tanah atau lahan tidur agar bisa menanam pohon produktif," kata Bupati Halmahera Utara Piet Babua saat dihubungi dari Ternate, Senin.
Pohon balsa ini contohnya, karena dalam waktu singkat sudah bisa dipanen dan memiliki nilai ekonomi.
"Memang, saya mendapatkan informasi dari para petani di kawasan Desa Gura dan Gamsungi yang mendatangi saya, lalu menawarkan untuk menanam pohon balsa di lahan kosong bagian belakang rumah dinas bupati atau lokasi hutan kota. Setelah kami setujui, tanah tersebut kemudian digusur agar bisa ditanami," jelas bupati.
Bupati juga mengatakan, Pohon Balsa saat ini telah menjadi tren secara umum di Indonesia, dan untuk Halmahera Utara sendiri menjadi tren baru yang mulai dikembangkan.
Menurut bupati, pohon balsa memiliki prospek ekonomi menjanjikan karena sudah bisa dipanen dalam waktu dua hingga tiga tahun.
Sehingga, pemerintah daerah menargetkan lahan penanaman mencapai 10 hektare, namun tidak menutup kemungkinan diperluas sepanjang kawasan yang belum dimanfaatkan pemiliknya.
Ketua HKTI Halmahera Utara Yudihart Noya turut memberikan apresiasi atas dukungan pemerintah daerah.
"Kami berterima kasih kepada bupati Halmahera Utara yang telah membuka ruang bagi petani untuk mengembangkan pohon balsa ini. Semoga ini menjadi langkah awal pengembangan industri baru di Halmahera Utara," ujarnya.
Editor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2025