Pemerintah daerah Kabupaten Maluku Tenggara, (Malra) gandeng Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) meresmikan Desa Wisata Pancasila "Dewi Panca" di Ohoi/Desa Danar Ivak Kei, Maluku Tenggara.
Peresmian desa Pancasila sebagai simbol penguatan nilai-nilai Pancasila dan kearifan lokal dari wilayah timur Indonesia., Senin (20/10).
Program bertajuk “Pembinaan Ideologi Pancasila di Kei, Maluku" ini diinisiasi oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI sebagai wujud nyata penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat dan pengembangan potensi wisata berbasis kebangsaan.
Dalam sambutannya, Bupati Thaher menyampaikan apresiasi kepada BPIP RI atas dukungan dan kolaborasi dalam menghadirkan program strategis tersebut.
“Desa Wisata Pancasila bukan sekadar destinasi wisata, melainkan cerminan nilai-nilai luhur Pancasila yang hidup dalam keseharian masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, Dewi Panca menjadi simbol perpaduan antara keindahan alam, budaya, dan spiritualitas masyarakat Kei. Melalui program ini, pariwisata diharapkan tidak hanya memikat secara visual, tetapi juga memberikan keteduhan moral dan memperkokoh jati diri bangsa.
Bupati Thaher lantas menyoroti kehidupan masyarakat Ohoi Danar Ivak yang menjadi contoh nyata kerukunan antarumat beragama. Di desa ini, umat Islam, Katolik, dan Protestan hidup berdampingan secara damai sejak dahulu.
“Hubungan harmonis di Danar Ivak adalah bukti hidupnya sila Ketuhanan Yang Maha Esa dan Persatuan Indonesia. Inilah wajah sejati Pancasila di Maluku Tenggara,” ungkapnya.
Ia menambahkan, nilai toleransi dan gotong royong yang kuat di tengah masyarakat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Wisata diharapkan tak hanya menampilkan panorama alam, tapi juga menghadirkan pengalaman spiritual dan sosial yang berakar pada nilai Pancasila.
Bupati Thaher juga menegaskan, pemerintah daerah akan terus mendampingi melalui kolaborasi dengan BPIP dan bersinergi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan pembangunan wisata yang berkelanjutan dan berkeadilan.
“Dengan semangat Pancasila, kita wujudkan Maluku Tenggara yang maju, harmonis, dan berdaya saing di bidang pariwisata maupun pembangunan masyarakat,” katanya.
Kepala BPIP Yudian Wahyudi dalam pidatonya mengatakan, kegiatan tersebut bukan sekadar acara seremonial, tetapi juga momentum memperkuat komitmen kebangsaan melalui penerapan nilai-nilai Pancasila.
“Desa Wisata Pancasila bukan hanya soal wisata, tapi menjadi contoh bagaimana Pancasila diwujudkan dalam kehidupan yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis kearifan lokal,” ujarnya.
Ia berharap, Desa Wisata Pancasila menjadi ruang pembelajaran dan tempat masyarakat Indonesia maupun dunia melihat langsung kehidupan yang rukun dan damai. Ia mengajak semua pihak untuk menjaga dan mempromosikan Desa Wisata Pancasila dengan bangga.
“Dari Kei, semangat Pancasila menyala untuk Indonesia. Mari kita rawat Indonesia dengan cinta. Maluku adalah provinsi perdamaian dan kebudayaan yang terus menyalakan semangat Pancasila dari timur,” pungkasnya. (DS).
Editor : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2025