Ambon, 5/7 (Antara) - Kapolda Maluku, Irjen Pol Andap Budhi Revianto mengatakan, perairan laut Maluku khususnya di Teluk Ambon menjadi saksi dan menyimpan sejarah perjuangan pahlawan nasional asal daerah ini.

"Pahlawan nasional Thomas Matulessy yang berjuluk Kapitan Pattimura pernah dibuang di sini oleh Belanda namun berhasil selamat dan kembali tertangkap hingga dihukum gantung," kata Kapolda di Ambon, Kamis.

Ia menyampaikan itu saat memimpin upacara tabur bunga memperingati Hari Bhayangara ke-72 tahun 2018 di tengah laut teluk Ambon dengan menggunakan kapal patroli polisi Bisma.

Selain Kapitan Pattimura, masih ada pahlawan nasional asal Maluku lainnya yang dibuang ke laut seperti Martha Christina Tiahahu oleh kaum penjajah.

"Christina Tiahahu ditangkap dan disiksa Belanda hingga wafat dan jasadnya dibuang ke laut," ujarnya.

Sehingga Kapolda Maluku memilih laut di Teluk Ambon untuk melakukan upacara tabur bunga, dan berebeda dengan perayaan HUT Bhayangkara tahun-tahun sebelumnya yang hanya dilakukan di dermaga Ditpolair Polda Maluku di kawasan Lateri.

"Semangat perjuangan dan pengorbanan mereka ini marilah kita contohi dan ditiru untuk membangun Maluku yang kita cintai bersama," tegas Kapolda.

Sebelum dilakukan upacara tabur bunga di tengah laut, Kapolda bersama Wakil Gubernur Maluku, Kasdam XVI/Pattimura, Kajati, Danlantamal serta Wakapolda Maluku melakukan ziarah ke taman makam paglawan Kapahaha Ambon.

Pewarta: Daniel Leonard

Editor : John Nikita S


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2018