Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo ingin memperbanyak teknologi tinggi yang bisa menjamin keselamatan dan kesejahteraan nelayan sekaligus memastikan tangkapan mereka melimpah dan terserap maksimal pasar.

"Selama ini nelayan kita melaut belum ada jaminan keamanan yang pasti tentang bagaimana perolehan ikannya, bagaimana keamanan dia di laut. Ini PR kami yang akan segera kami laksanakan," kata Menteri Edhy Prabowo, Kamis.

Edhy Prabowo hari ini telah mengunjungi PT Unggul Cipta Teknologi, perusahaan peranti teknologi yang memproduksi peralatan smart fishing, seperti alat monitoring dan pengawasan kapal perikanan, khusus untuk kapal-kapal kecil berkapasitas di bawah 30 gross ton (GT) bernama Vessel Multi Aids (VMA).

Seperti halnya perangkat pengawas yang digunakan kapal-kapal bermuatan di atas 30 GT (VMS), VMA juga memiliki fungsi serupa, namun perbedaan mencoloknya berada pada transmiter, di mana VMS berbasis satelit sementara VMA berbasis gelombang radio (VHF).

Menteri Edhy berharap teknologi ini bisa menjadi solusi untuk nelayan kecil dalam meningkatkan kesejahteraan mereka karena selain sebagai alat monitoring, VMA juga telah menyediakan teknologi pendeteksi daerah penangkapan ikan.

"Teknologi ini akan memberi kepastian kepada keluarga nelayan dan hasil tangkapannya juga akan diketahui jumlahnya," katanya.

Dengan telah diketahuinya keberadaan ikan, menurut dia, nelayan di tengah laut juga bisa melaporkan kepada nelayan di daerah lain.

Sehingga, lanjutnya, data potensi ikan di seluruh Indonesia dapat diketahui dan tidak terjadi disparitas produksi yang akan berdampak buruk pada serapan dan anjloknya harga.

Sementara itu, CEO PT Unggul Cipta Teknologi Lee Youngwoo mengklaim teknologi ini sebagai sistem yang dapat mengefisiensikan kerja nelayan. VMA, kata dia, merupakan sebuah alat smart fishing yang bisa meningkatan penghasilan dan sekaligus menjamin keselamatan nelayan.

Fitur-fitur yang disediakan alat ini, meliputi komunikasi data antar darat ke laut dengan menggunakan jaringan khusus yang telah mendapat lisensi dari Kemkominfo, bisa melakukan pesan darurat (SOS), menyediakan informasi cuaca laut (BMKG), memperkiraan posisi ikan, kompas & navigasi laut (peta laut Indonesia), fasilitas chat untuk mengirim pesan kepada keluarga nelayan di darat, dan e-Logbook online.
 

Pewarta: M Razi Rahman

Editor : John Nikita S


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2020