Ustad Abdul Somad dalam kunjungan di kota Ambon bertemu dan "bacarita" atau bercerita dengan tokoh lintas agama di kota bertajuk Manise.

"Saya diundang Pemerintah Kota (Pemkot)  Ambon dalam kegiatan silaturahim dengan para tokoh lintas agama," katanya, Selasa.

Ustad mengakui, senang bisa datang ke kota Ambon, berkesempatan bertemu dengan para tokoh agama dan mendengar berbagai pengalaman.

Bagi ustad yang kerap disapa UAS, penerbangan selama tiga jam terbayar dengan keindahan alam, sambutan warga Ambon  yang ramah dan alunan musik di kota musik.

"Sambutan orang Ambon luar biasa, keramahan dalam menyambut tamu, walau wajah terhalang karena masker tetapi saya sangat senang ada di kota Ambon, " katanya.

Dikatakannya, kondisi pandemi COVID-19 membatasi dirinya untuk melakukan ceramah di tempat umum, karena kebijkan protokol kesehatan yang harus dipatuhi. 

"Setiap ceremah saya ditayangkan secara langsung via live streaming, di Ambon pun saat melakukan ceramah akan disiarkan, sehingga saya berharap bukan hanya didengarkan oleh umat Islam, tetapi umat beragama lainnya di Ambon, " ujarnya.

Sedangkan, Wakil Wali Kota Ambon, Syarif Hadler mengakui, silaturahim tokoh lintas agama dengan Ustad Abdul Somad, merupakan upaya merawat persaudaraan diantara umat beragama.

Hubungan pela gandong di kota Ambon menjadi potensi untuk menghidupkan hubungan persaudaraan, tanpa membedakan agama, suku maupun golongan.

"Kehidupan Ambon sudah juah lebih baik, kondisi ini harus disyukuri dengan merawat dan menyiram kehidupan persaudaraan," ujarnya.

Ditambahkannya, kota Ambon juga menjadi contoh kerukunan beragama dengan ditetapkan sebagai tuan rumah pelaksanaan kegiatan keagamaan seperti MTQ, Persparawi dan Pesparani pertama umat Katolik.

"Selain itu Ambon juga menerima apresiasi dan penghargaan sebagai kota tolerasi terbaik versi setara institute pada 2018 dan 2020 , serta anugerah Harmony award dari Kementerian agama di 2019.

Pewarta: Penina Fiolana Mayaut

Editor : Lexy Sariwating


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2021