Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Ambon Fransina Pattinama di Ambon, Jumat, mengatakan, tinggi gelombang diprakirakan terjadi di Laut Tanimbar, Kabupaten Maluku Tengara Barat, serta Laut Maluku bagian barat daya, Laut Banda, Laut Kei dan Laut Arafura.
Menurut dia, peringatan itu berlaku untuk dua hari ke depan mulai pukul 09.00 WIT.
Ia mengatakan tinggi gelombang dua hingga tiga meter berpeluang terjadi di perairan Laut Banda perairan Laut Kei (Maluku Tenggara) Perairan Laut Aru, peraiaran Laut Maluku Tengara Barat serta Maluku Barat Daya.
Sedangkan tinggi gelombang tiga hingga empat meter berpeluang terjadi di Laut Tanimbar dan Laut Arafura
Menurut Pattinama, tinggi gelombang tersebut perlu diwaspadai oleh nelayan karena berbahaya untuk pelayaran terutama perairan wilayah bagian Tenggara yang menggandalkan transportasi speadboat sebagai alat transportasi antarpulau.
"Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak administrator pelabuhan (Adpel) untuk tidak mengizinkan kapal berlayar jika kondisi gelombang cukup tinggi," katanya.
Berdasarkan hasil analisis pantauan satelit cuaca, pada Sabtu (22/10) akan muncul pertumbuhan awan dan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang terutama di wilayah Pulau Ambon, Buru, Pulau Banda, Pulau Buru, kepualaun Kei, Tanimbar, Kepulauan Aru dan Pulau Kisar.
Pattinama juga mengingatkan warga yang tinggal di daerah perbukitan dan daerah rawan banjir agar mewaspadai bahaya longsor karena hujan diperkirakan turun terus menerus dalam beberapa hari ke depan.
Pewarta: Stefano Lilinger: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.