"Warga Muslim di Maluku diimbau merayakan lebaran dalam kesederhanaan serta meningkatkan kepedulian sosial, terutama membantu sesama yang sedang tertimpa bencana banjir dan tanah longsor," kata Ketua MUI Maluku, Idrus Toekan, di Ambon, Sabtu.
Menurutnya, banyak warga Muslim yang terpaksa harus merayakan Hari Kemenangan dalam berbagai keterbatasan dan keprihatinan, di lokasi pengungsian yang tersebar di berbagai tempat di Kota Ambon, Maluku Tengah, Seram Bagian Barat (SBB) maupun Buru Selatan, akibat bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi pada 1 Agustus 2012.
"Karena itu dibutuhkan solidaritas dan kepedulian seluruh komponen untuk membantu meringankan beban sesama anak bangsa yang menderita dan hidup dalam ketidak pastian akibat bencana alam," katanya.
Umat Muslim juga diminta untuk membangun rasa solidaritas dan sepenanggungan terhadap sesama mereka yang terpaksa harus merayakan Lebaran di pengungsian, serat mendoakan para korban agar tabah menghadapi musibah tersebut.
MUI Maluku juag mendesak pemerintah provinsi maupun kabupaten - kota untuk segera mengambil langkah konkrit guna mengatasi musibah bencana alam yang menimpa daerah ini.
"Kami meminta pemerintah Pusat, provinsi maupun Kabupaten - Kota di maluku untuk segera mengambil langkah-langkah penanganan terhadap warga yang tertimpa bencana, sehingga tidak berdampak menimbulkan masalah sosial lainnya," katanya.
Warga juga diimbau menjaga dan menciptakan ketertiban dan keamanan serta meningkatkan kerukunan hidup antarumat beragama.
Dalam kesempatan tersebut, Toekan mengajak warga Maluku untuk perbanyak maaf, menghilangkan dendam dan dengki antarsesama.
"Mari kita buka halaman baru yang lebih sehat dalam membangun hubungan antarsesama, saling memaafkan dan menghilangkan dendam dan dengki," ujarnya.
Dia menegaskan, puasa yang telah dijalani umat Muslim selama sebulan dengan benar, sabar dan ikhlas akan mendatangkan pahala berupa ketenangan dan ketentraman jiwa, pengendalian hawa nafsu serta pembaharuan diri.
Ketua Yayasan Alfatah Ambon, Rusdy Sangadji, juga mengajak warga Muslim untuk tidak bermewah-mewahan dalam merayakan hari kemenangan setelah sebulan melaksanakan puasa.
"Tidak ada gunanya merayakan Idul Fitri dengan kemewahan berlebihan, tetapi sebaliknya meningkatkan rasa kepedulian dan persaudaraan terhadap sesama yang sedang tertimpa bencana," katanya.
Dia mengakui, perayaan Idul Fitri secara berlebihan tidak akan mendatangkan kebahagiaan dan sebaliknya dapat berdampak menciptakan masalah sosial baru.
Warga juga diminta untuk menjaga situasi dan kondisi kondusif di Kota Ambon, serta membangun tali persaudaraan dan silaturachmi dengan umat beragama lainnya.
Pewarta: James F. Ayal: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.