Ambon (Antara Maluku) - Kapolda Maluku Brigjen Polisi Murad Ismail menegaskan tidak ada aparat keamanan yang terlibat dalam kasus bentrokan antarpenambang emas rakyat di Gunung Botak, Kabupaten Buru hingga menewaskan dua orang.

"Kehadiran polisi di sana untuk melakukan pengamanan, jadi tidak ada keterlibatan aparat dan, sejak kejadian pertama, Kapolrres sudah kami perintahkan untuk melakukan penyelidikan dan kalau tidak ada aparat keamanan di sana yang melaksanakan penjagaan, bukan korban cuma dua tapi bisa lebih besar," kata Kapolda di Ambon, Rabu.

Penjelasan Kapolda disampaikan usai menerima kunjungan silaturahim Ketua DPRD Maluku, Edwin Adrian Huwae, Wakil Ketua Richard Rahakbauw dan Elvyana Pattiasina serta serta tujuh pimpinan fraksi di ruang kerjanya.

Menurut Kapolda, kasus Gunung Botak itu berawal dari orang lokal atau orang gunung dianiaya atau ditikam oleh salah satu warga pendatang di sana sehingga mereka marah dan terjadi aksi pembakaran lapak-lapak.

Jadi hanya lapak-lapak yang dibakar orang gunung dan mereka menunggu pelaku yang melakukan pengaiyaan hingga beberapa hari kemudian ketemu dan terjadi aksi pembalasan.

Penyelidikan tetap dilakukan, maka jangan percaya isu-isu yang disebarkan melalui pesan singkat oleh orang-orang tidak bertanggungjawab.

Kapolda juga mengaku menerima pesan singkat dari Jakarta yang menanyakan kebenaran isu sepuluh orang tewas tetapi ternyata itu tidak benar sehingga di Makassar juga ada isu sweeiping atau penyisiran warga Ambon di sana.

"Ini bahaya jadi saya minta wartawan jangan besar-besarkan masalah yang tidak jelas dan percaya pada polisi yang mengambil berbagai langkah pencegahan sehingga jangan dengar isu dan cek ke polisim" tandas Kapolda.

Dia juga mengaku tidak ada pihak yang ditahan dan diproses hukum dalam bentrokan tersebut karena tersangkanya sudah meninggal dunia, hanya saja polisi tetap melakukan penyelidikan mendalam dan penjagaan tetap diperkuat.

Terkait agenda pertemuan dengan pimpinan dewan, Kapolda mengharapkan adanya sinergitas antara legislatif termasuk Pangdam dan Danlantamal serta Danlanud, dan kalau tetap bersatu maka ke depan Maluku akan lebih baik.

"Saya memberikan apresiasi luar biasa kepada ketua DPRD dan ketua-ketua fraksi yang mau bersilaturahim ke Polda dan saya bicara tentang jabatan kapolda ini tidak mencari sesuatu, namun memperbaiki mind set polisi baru dan kalau prlu semua komponen masyarakat Maluku agar cara berpikir Maluku bisa lebih diperhatikan pemerintah," katanya.

Selama ini melihat persolan kamtibmas makin hari main kondusif, meski masih ada isu-isu menyesatkan.

"Kalau mau dengar isu terus kapan kita bisa maju. Begitu ada isu negatif saya langsung menghubungi para kapolres setempat untuk menyelesaikannya," jelas Kapolda.


Pewarta: Daniel Leonard
Editor : John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026