Ambon (ANTARA) - Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mengemukakan Hari Pendidikan nasional (Hardiknas) menjadi momen untuk meningkatkan pemerataan pendidikan di daerah itu.
"Pendidikan adalah hak asasi dan hak sipil yang melekat dalam diri setiap insan, baik sebagai pribadi maupun warga negara," kata Hendrik di Ambon, Jumat.
Menurut dia Hari Pendidikan Nasional sekaligus meneguhkan dan meningkatkan dedikasi, komitmen, dan semangat untuk memenuhi amanat konstitusi yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.
"Tentunya dengan memberikan layanan pendidikan yang terbaik, bermutu, dan berkemajuan bagi seluruh anak bangsa. Undang-Undang Dasar 1945 menegaskan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan, termasuk di Maluku,” terangnya.
Apalagi, kata dia, pemerintahan saat ini mengutamakan peningkatan dan pemerataan pendidikan guna memutus mata rantai kemiskinan dalam jangka panjang.
“Presiden bertekad memajukan pendidikan melalui revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan, pembelajaran digital, dan peningkatan kualitas, kualifikasi, serta kinerja guru melalui pemenuhan kualifikasi, peningkatan kompetensi, dan kesejahteraan, dengan cara demikian, guru diharapkan dapat menjadi agen pembelajaran dan agen peradaban,” ungkapnya.
Oleh sebab itu, kata dia, diperlukan kerja sama semua pihak baik pemerintah, orang tua, masyarakat, dunia usaha, dan media massa.
Sebab pemerintah sebagai penyelenggara negara tidak dapat bekerja sendiri karena keterbatasan sumber daya dan sumber dana, perlu dukungan dan partisipasi semesta agar pendidikan sebagai layanan publik dapat berperan mengantarkan anak-anak menjadi generasi hebat dan kuat.
Sementara itu saat ini Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menerapkan pembelajaran mendalam (Deep Learning), pemberlakuan Tes Kemampuan Akademik (TKA), serta pembelajaran Coding, dan Kecerdasan Artifisial (AI).
Secara pedagogis, dalam rangka membentuk karakter, Kementerian membuat program tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat yang meliputi bangun pagi, beribadah, berolah raga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat.
Kemudian program pagi ceria yang meliputi Senam Anak Indonesia Hebat (SATH), menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan doa bersama.
"Pendidikan karakter pada tingkat pendidikan Taman Kanak-kanak juga diimplementasikan dengan diluncurkan album kicau yang berisi lagu anak-anak,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu Gubernur Hendrik juga mengajak semua pihak untuk berkomitmen meningkatkan pendidikan di Maluku.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul AzisEditor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026