Ternate (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) menyebutkan, sebanyak 100 siswa menempuh pendidikan pada  Sekolah Rakyat (SR) di Instalasi Penerima Wajib Lapor (IPWL) Akekolano Sofifi.

"Konsep SR ini bukan hanya pendidikan formal biasa. Karena berbasis asrama, ada peran wali asuh yang menjadi orang tua pengganti bagi siswa selama belajar," kata Sekprov Malut Samsuddin Abdul Kadir di Ternate, Rabu.

Dia menyebutkan, untuk tahun ajaran 2025/2026, total sebanyak 100 siswa telah diterima sebagai peserta didik Sekolah Rakyat di Maluku Utara.

Rinciannya, sebanyak 51 siswa terdiri atas 32 laki-laki dan 19 perempuan akan menempuh pendidikan di SR IPWL Sofifi, sedangkan 49 siswa lainnya, yaitu 31 perempuan dan 18 laki-laki akan bersekolah di SR Ternate.

Sekprov Samsuddin A. Kadir dalam arahannya kepada para calon siswa dan orangtua yang hadir menekankan pentingnya kepercayaan orang tua terhadap fasilitas yang telah disediakan oleh pemerintah.

"Sekarang para orang tua bisa melihat langsung, 'Oh, anak saya nanti sekolah di sini, ruang kelasnya seperti ini, asramanya seperti ini.' Jadi mereka bisa merasa lebih tenang dan yakin," ungkap Sekprov.

Ia juga mengungkapkan bahwa pada awal pembukaan pendaftaran, minat masyarakat terhadap Sekolah Rakyat masih rendah. Namun, setelah dilakukan sosialisasi intensif oleh Dinas Sosial, antusiasme masyarakat, khususnya dari kelompok Desil 1 dan 2 mengalami peningkatan yang signifikan.

"Awalnya respon masyarakat masih minim. Tapi seiring pendekatan yang dilakukan, sekarang pendaftar meningkat pesat. Ini bukti bahwa masyarakat mulai percaya dan melihat manfaat nyata dari program ini," tambahnya.

Pada acara tersebut juga dilakukan penyematan kartu orientasi secara simbolis kepada dua calon siswa, Afri Kifli dan Islamish Amer, sebagai tanda dimulainya masa orientasi Sekolah Rakyat.

Sekprov kemudian menutup arahannya dengan pesan penuh motivasi kepada para calon siswa. Ia meminta agar kesempatan emas ini benar-benar dimanfaatkan sebaik mungkin.

"Terima kasih kepada negara bukan hanya diucapkan. Tapi ditunjukkan lewat semangat belajar yang sungguh-sungguh. Ini peluang besar untuk masa depan kalian. Gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk menggapai cita-cita," serunya disambut tepuk tangan meriah dari hadirin.

Usai memberikan arahan, Sekprov bersama rombongan meninjau langsung fasilitas penunjang pendidikan di SR IPWL Akekolano. Beberapa sarana yang dikunjungi meliputi ruang kelas, ruang komputer, ruang asrama, dan fasilitas penunjang lainnya.

"Fasilitas yang kami lihat sudah sangat memadai, bahkan dilengkapi teknologi informasi. Ini membuktikan komitmen pemerintah untuk tidak hanya menyediakan pendidikan gratis, tetapi juga berkualitas," pungkas Sekprov.

Kunjungan ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengawal keberhasilan program Sekolah Rakyat demi menciptakan generasi unggul dari seluruh pelosok negeri, termasuk di Maluku Utara.

Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan sarana, prasarana, dan para calon siswa dalam menghadapi tahun ajaran baru yang akan dimulai Juli 2025.

Dalam kesempatan itu, Sekprov Malut  secara langsung menyapa para calon siswa yang akan menempuh pendidikan jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) di IPWL. Kehadirannya turut didampingi oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Maluku Utara, Zen Kasim, Staf Khusus Gubernur Bidang Kesehatan dan Pendidikan, serta Kepala Sentra Wasana Bahagia, Osep Mulyani.

Sementara itu, Kepala Sentra Wasana Bahagia Osep Mulyani mengatakan, Sekolah Rakyat merupakan salah satu program unggulan nasional di masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, bersama dengan program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Merah Putih. Program ini hadir sebagai solusi pendidikan yang inklusif dan merata bagi anak-anak dari keluarga rentan di seluruh Indonesia.

"SR ini adalah sekolah berbasis asrama yang dibiayai penuh oleh negara. Seragam, transportasi, hingga makan semua ditanggung. Orangtua tidak perlu mengkhawatirkan apa pun," ujar Osep Mulyani dalam laporannya kepada Sekprov.

Osep juga menjelaskan bahwa di Provinsi Maluku Utara, pemerintah telah menyiapkan dua titik lokasi penyelenggaraan Sekolah Rakyat, yaitu di Sentra Wasana Bahagia Ternate untuk jenjang SMP dan IPWL Akekolano, Sofifi untuk jenjang SMA. Masa orientasi para calon siswa akan dilakukan di dua kota, yaitu Ternate dan Tidore.



Pewarta: Abdul Fatah
Uploader : Moh Ponting

COPYRIGHT © ANTARA 2026