Ambon (ANTARA) - Bank Indonesia Perwakilan Maluku bersama Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) IX Ambon melaksanakan Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2025 dengan menyinggahi wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T) guna memastikan uang rupiah yang beredar berkualitas.

"Ekspedisi menggunakan kapal KRI Bawal 875 mengunjungi lima pulau di Maluku yaitu Pulau Ambalau, Buano, Seram/Siritaun Wida Timur, Pulau Heniar, dan Kilmuri dengan membawa uang tunai Rp5 miliar," kata Kepala Perwakilan BI Maluku Mohamad Latif di Ambon, Jumat.

Pelepasan ekspedisi dihadiri Wakil Gubernur Maluku Abdullah Fanath, Komandan Lantamal IX Ambon Brigadir Jenderal TNI (Marinir) Suwandi, serta jajaran Gugus Tempur Laut, Komando Armada III, Badan Keamanan Laut Zona Maritim Timur, dn Otoritas Jasa Keuangan Maluku di dermaga Irian Lantamal IX Ambon.

Menurut Mohamad, sesuai amanat UUD 1945, UU Bank Indonesia dan UU Mata Uang, Bank Indonesia merupakan satu-satunya lembaga yang diberikan tugas dan wewenang mengeluarkan dan mengedarkan uang rupiah, yang juga merupakan simbol kedaulatan negara.

Ia mengatakan, penyelenggaraan ekspedisi rupiah juga untuk memastikan pemenuhan kebutuhan dan kualitas uang yang beredar di masyarakat, khususnya di daerah yang selama ini belum dapat dijangkau oleh BI maupun perbankan dalam pengedaran uang rupiah.

"Untuk mengedarkan rupiah di daerah 3T BI bersinergi dengan seluruh mitra kerja strategis termasuk TNI AL," kata dia.

Selain penukaran uang rupiah, pada penyelenggaraan ekspedisi rupiah berdaulat kali ini dirangkaikan dengan beberapa kegiatan yaitu edukasi Cinta Bangga Paham Rupiah, pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis untuk masyarakat sekitar.

Ia berharap ekspedisi ini dapat menjaga ketersediaan uang layak edar dan cukup di Bumi Raja-Raja, sehingga dapat mendukung perekonomian Maluku dan menjaga kedaulatan Indonesia, dengan memastikan distribusi dan penggunaan uang rupiah telah merata hingga wilayah 3T.

"Ini juga sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap rupiah agar dapat merawat, menjaga, menggunakan dan juga memahami dengan lebih bijak," ujarnya.

Sementara Wakil Gubernur Maluku Abdullah Fanath, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Maluku, TNI Angkatan Laut serta para pihak yang sudah bekerja sama dan berkolaborasi pada kegiatan ini.

"Sebab selain penukaran uang rupiah, juga ada kegiatan sosial yang dilaksanakan di antaranya pelayanan kesehatan," ujarnya.

Komandan Lantamal IX Ambon Brigadir Jenderal TNI (Marinir) Suwandi juga mengucapkan terima kasih kepada Bank Indonesia Provinsi Maluku karena dapat menjangkau pulau-pulau terpencil untuk kegiatan pelayanan kesehatan.

Ia berpesan kepada Komandan KRI Bawal dalam pelaksanaan ekspedisi di lapangan berkoordinasi dengan Pos AL dan camat untuk memobilisasi warga.



Pewarta: Winda Herman
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026