Ambon (ANTARA) - Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Maluku memberikan edukasi tentang pentingnya karantina hewan, ikan, dan tumbuhan pada siswa di Kota Ambon.
“Kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Karantina ke-148 guna mengedukasi para siswa tentang pentingnya peran karantina dalam menjaga dan melindungi sumber daya hayati di Indonesia,” kata Kepala BKHIT Maluku Abdur Rohman di Ambon, Jumat.
Edukasi tersebut diberikan kepada siswa di Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Waiheru, Kota Ambon dengan diikuti 101 siswa.
Dia menjelaskan siswa perlu memahami pentingnya karantina dalam melindungi sumber daya hayati Indonesia dari ancaman hama dan penyakit yang dapat merusak ekosistem, pertanian, perikanan, serta kesehatan manusia.
Ia menjelaskan tugas dan fungsi karantina meliputi pengawasan, pencegahan, serta penanggulangan masuk dan keluarnya hama dan penyakit hewan, ikan, serta organisme pengganggu tumbuhan dari dan ke wilayah Indonesia.
Melalui proses pemeriksaan, pengamatan, dan sertifikasi, katanya, karantina memastikan bahwa komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan yang dilalulintaskan tetap aman, sehat, dan memenuhi standar mutu yang berlaku.

“Dengan memahami fungsi karantina, siswa dapat menyadari bahwa setiap aktivitas perdagangan, ekspor impor, dan pergerakan hewan, ikan, maupun tumbuhan harus melalui proses pengawasan ketat agar tidak menimbulkan risiko bagi lingkungan dan ketahanan pangan nasional,” katanya.
Selain itu, kata dia, pemahaman tentang karantina juga menumbuhkan tanggung jawab dan kepedulian generasi muda terhadap keberlanjutan sumber daya alam.
Bagi siswa yang menempuh pendidikan di bidang perikanan, pertanian, atau lingkungan, pengetahuan ini menjadi bekal penting dalam menerapkan prinsip keamanan hayati di dunia kerja nanti.
“Dengan begitu, mereka tidak hanya menjadi tenaga terampil, tetapi juga agen pelindung sumber daya hayati Indonesia,” ujarnya.
Kasubbag Umum SUPM Waiheru Naiboky Salampessy menilai edukasi karantina relevan dengan program studi di SUPM, terutama yang berkaitan dengan pengolahan dan budi daya perikanan.
“Ilmu yang diperoleh dari kegiatan ini diharapkan dapat diterapkan saat para siswa terjun ke dunia kerja, khususnya di lingkungan Badan Karantina Indonesia,” ujarnya.
