Ternate (ANTARA) - Anggota VI Badan Pemeriksa Keuangan BPK RI Fathan Subchi dianugerahi gelar kehormatan adat Ngato Sasi Matiahi dari Kesultanan Ternate melalui prosesi adat oleh Sultan Ternate ke-49 Hidayatullah Sjah di Kedaton Kesultanan Ternate, Jumat.
"Penganugerahan gelar adat Ngato Sasi Matiahi yang diberikan oleh Kesultanan Ternate ini sebagai pengatur hukum yang bijaksana," kata Sultan Ternate, Hidayatullah Sjah usai prosesi penganugerahan gelar adat ini ditandai dengan pemakaian dastar (tanjak) dan penyerahan lencana di Kesultanan Ternate, Jumat.
Sultan Ternate Hidayatullah Sjah berharap gelar adat kesultanan yang telah diberikan sebagai pengatur hukum yang bijaksana, sehingga dapat melihat dan menyelamatkan daerah Provinsi Maluku Utara.
"Mudah-mudahan Bapak Fathan Subchi bisa melihat dan selamatkan daerah ini," ungkapnya.
Anggota VI BPK RI, Fathan Subchi berterima kasih atas gelar kehormatan yang diberikan oleh Kesultanan Ternate. Baginya, ini menunjukkan tradisi dan akar kebudayaan yang sangat kuat.
Ia kemudian berjanji akan melakukan koordinasi dan kolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan untuk mengembangkan situs-situs dan peninggalan-peninggalan para leluhur kita.
"Sebagai generasi penerus, tugas kita akan menjaga dan melestarikan hal ini," ucapnya.
Penganugerahan sendiri dihadiri oleh Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, Wakil Gubernur Sarbin Sehe, Sekretaris Daerah Samsuddin A. Kadir, Wali Kota Ternate Tauhid M. Soleman, Kepala BKP Perwakilan Malut Marius Sirumapea, Bobato Akhirat, Bobato Dunia, perangkat Kesultanan Ternate serta rombongan BPK RI.
Sehari sebelumnya, Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, diberi gelar kehormatan adat oleh Kesultanan Ternate sebagai Kaicil Kastela yang berarti Pangeran Kastela sebelum membuka Festival Legu Tara No Ate, di Kota Ternate, sebagai festival budaya yang diselenggarakan oleh Kesultanan Ternate.
