Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Agama (Wamenag), Romo HR Muhammad Syafi’i berharap kehadiran Direktorat Jenderal Pesantren dapat memperkuat kontribusi pondok pesantren dalam pemberdayaan ekonomi umat.
"Peran strategis pondok pesantren sebagai motor penggerak dan kontributor signifikan dalam pemberdayaan masyarakat di bidang ekonomi," ujar Wamenag dalam Forum Bisnis Kolaborasi dan Inovasi Pengusaha yang diinisiasi Himpunan Pengusaha KAHMI (Hipka) di Jakarta, Kamis.
Dalam sambutannya, Romo Syafi’i mengajak seluruh elemen, khususnya pengusaha, untuk melibatkan pondok pesantren dan bersinergi demi menumbuhkan ekonomi nasional.
Ia mengajak Hipka untuk dapat bersinergi dengan pesantren. Sinergi ini diharapkan dapat melahirkan model pertumbuhan baru, yaitu ekonomi yang produktif, berkeadilan sosial, dan membawa kemaslahatan bagi seluruh rakyat.
"Diharapkan inovasi dan kolaborasi kita hari ini dapat sungguh-sungguh menghidupi ekonomi Indonesia yang berkeadilan dan memberikan maslahah untuk umat," ujar dia.
Kementerian Agama, kata Wamenag, berkomitmen mendukung pertumbuhan ekonomi keumatan yang kuat dan inovatif. Kemenag juga siap bersinergi dengan setiap pemangku kepentingan, termasuk Hipka.
"Kegiatan forum bisnis kolaborasi dan inovasi yang diadakan Hipka ini, bagi kami adalah sebuah langkah nyata yang sangat kami hargai. Ini membuktikan bahwa dunia usaha juga memiliki kepedulian tinggi terhadap peningkatan nilai-nilai keumatan dalam masyarakat," ujar Romo.
Romo Syafi’i juga menekankan pentingnya kolaborasi antar sektor, baik pemerintah maupun pelaku usaha, dalam mendorong laju pertumbuhan ekonomi.
"Dalam rangka mengakselerasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, penting sekali bagi pemerintah dan seluruh pelaku usaha untuk berkolaborasi secara erat," katanya.
Lebih lanjut, Romo mengajak Hipka untuk menanamkan nilai-nilai agama sebagai fondasi utama dalam berbisnis.
Menurutnya, sebuah bisnis yang sehat tidak hanya berkutat pada untung dan rugi semata, tetapi juga didasari etika dan integritas tinggi.
Dengan demikian, bisnis tersebut tidak hanya menghidupi pemiliknya, tetapi juga turut menumbuhkan masyarakat dan ekosistem di sekitarnya.
“Kami mengajak para pengusaha untuk mencontoh integritas Rasulullah SAW yang senantiasa bersikap jujur. Sebagaimana sabda Rasulullah, Pedagang yang senantiasa jujur dan amanah akan selalu bersama nabi, orang-orang jujur dan mati syahid," ujarnya.
