Ambon (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Banda Neira, Maluku melaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis berupa skrining Tuberkulosis (TBC) melalui rontgen dada bagi petugas dan warga binaan pemasyarakatan (WBP).
“Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Penemuan Kasus TBC dengan rontgen dada, sekaligus rangkaian peringatan Hari Bakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan ke-1 yang puncaknya jatuh pada 19 November 2025 serta memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2025,” kata Kepala Lapas Banda Neira Mikha di Banda Neira, Rabu.
Dirinya mengatakan kegiatan ini bentuk komitmen lapas dalam mendukung upaya pemerintah mencegah dan menanggulangi penyebaran penyakit menular, khususnya TBC, di lingkungan lembaga pemasyarakatan.
“Lapas merupakan tempat dengan tingkat kerentanan tinggi terhadap penularan penyakit menular, termasuk TBC. Melalui skrining ini, kami berharap dapat mendeteksi secara dini sekaligus memberikan penanganan yang tepat bagi warga binaan yang terindikasi TBC,” ujarnya.
Dalam kegiatan itu, pihaknya menggandeng penyedia alat kesehatan PT Cito Putra Utama dan Puskesmas Walang untuk mendukung pemeriksaan kesehatan tersebut.
“Kami berkomitmen memberikan layanan kesehatan yang layak bagi seluruh warga binaan. Kami berharap kerja sama lintas sektor ini dapat terus diperkuat demi mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang sehat, aman, dan mendukung proses pembinaan,” katanya.
Seorang perwakilan pimpinan PT Cito Putra Utama Doni Eko Nurmawan menjelaskan kegiatan ini langkah strategis untuk memperluas cakupan deteksi dini TBC di populasi berisiko tinggi, termasuk lingkungan lapas dan rutan.
“Kami bekerja sama dengan Ditjenpas dan Kemenkes untuk membantu lapas melakukan skrining TBC melalui pemeriksaan rontgen dada. Dengan cara ini, kita dapat menjaring kasus TBC laten maupun aktif yang mungkin belum terdiagnosis. Program ini merupakan bagian dari upaya nasional menuju Indonesia Bebas TBC tahun 2030,” katanya.
Seorang tenaga kesehatan, dr Vicky Sanrio Angky, menyampaikan dari 25 warga binaan yang mengikuti skrining, 20 di antaranya dinyatakan sehat, sedangkan lima lainnya menunjukkan hasil rontgen mengarah pada TBC.
“Bagi yang teridentifikasi suspect TBC akan dilakukan pemeriksaan lanjutan dengan pengambilan sampel dahak di Laboratorium Puskesmas Walang untuk memastikan diagnosis dan menentukan langkah pengobatan yang tepat,” katanya.
