Ambon (ANTARA) - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) berkolaborasi dengan jurnalis di Kota Ambon dalam upaya memperkuat literasi keuangan masyarakat Maluku.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan LPS Media "Meet Up" yang digelar sebagai sarana edukasi publik mengenai pentingnya menabung di bank serta memahami program penjaminan simpanan.
Kepala Kantor Perwakilan LPS III - Sulawesi, Maluku, Papua Fuad Zaen mengatakan, peran strategis media dalam menyebarkan informasi yang akurat, termasuk soal keamanan simpanan di perbankan nasional.
LPS juga mengapresiasi kehadiran jurnalis di Ambon yang dinilai menjadi mitra utama dalam mendorong peningkatan literasi keuangan di Indonesia timur.
"Media adalah pasar strategis kami untuk menyampaikan edukasi kepada masyarakat. Kami mengapresiasi rekan-rekan jurnalis yang hadir dan bersama LPS memberikan informasi yang benar mengenai program penjaminan simpanan," ujar perwakilan LPS dalam sesi pemaparan.
Hingga saat ini, satu BPR di wilayah Indonesia Timur yang ditutup, yakni di Papua, sehingga masyarakat diminta tidak terlena dan tetap memahami cara menyimpan uang secara aman.
“Alhamdulillah jumlah bank yang ditutup minim. Namun itu bukan berarti kita boleh mengabaikan kehati-hatian. Edukasi ke masyarakat tetap harus diperkuat,” ujarnya.
Sementara itu, Deputi Kepala Kantor Perwakilan LPS III - Sulawesi, Maluku, Papua, Prayitno Amigoro menjelaskan, sejarah pembentukan LPS berawal saat krisis ekonomi tahun 1998.
"Saat krisis 1998, masyarakat berbondong-bondong menarik simpanan karena tidak ada lembaga yang menjamin dana mereka. Pengalaman itu menjadi dasar pembentukan LPS melalui UU Nomor 24 Tahun 2004," ujarnya.
LPS katanya, kini memiliki dua mandat utama menjamin simpanan nasabah, dan menjaga stabilitas sistem keuangan bersama Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan OJK melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
LPS juga mendapat mandat baru lewat UU P2SK 2023 untuk menjamin polis asuransi, yang akan mulai berlaku 2028.
Ia menambahkan, kehadiran LPS di Kota Ambon, merupakan upaya mendekatkan layanan kepada masyarakat Indonesia Timur. Kantor wilayah LPS saat ini berada di Makassar yang membawahi Sulawesi, Maluku, dan Papua.
“Kami berharap kerja sama dengan media di Ambon dapat terus terjalin. Bila rekan-rekan berkunjung ke Makassar, kami sangat terbuka untuk berdiskusi lebih jauh,” ujarnya.
LPS juga mengajak masyarakat mengakses informasi resmi melalui website lps.go.id, YouTube, dan akun media sosial LPS.
