Ambon (ANTARA) -
PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Ambon mulai melakukan ramp check atau inspeksi keselamatan terhadap seluruh armada kapal dalam rangka memastikan kesiapan pelayanan menghadapi libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
“Ramp check dilakukan mulai 12 November 2025 bersama petugas Direktorat Perkapalan dan Kepelautan (Ditkapel) serta perwakilan dari pusat perkapalan dan pelabuhan, didampingi Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Ambon. Pemeriksaan dilakukan pertama pada KMP Erana dan KMP Wayangan,” kata General Manager ASDP Ambon Syamsuddin Tanassy, di Ambon, Senin.
Ia menjelaskan bahwa seluruh kapal yang dikelola pihaknya sebanyak 11 kapal pada prinsipnya siap beroperasi selama periode libur panjang akhir tahun ini.
“Kami mengelola 11 kapal. Tiga kapal di Maluku Tenggara, dan kami bersama manajer SDM, teknik, keuangan, serta pengendali dokumen sudah melakukan pengecekan kesiapan KMP Tanjung Madlahar, KMP Lobster, dan KMP Tihu,” ujarnya.
Ia mengatakan kehadiran manajer keuangan dalam pengecekan tersebut diperlukan untuk memastikan pemenuhan kebutuhan operasional di Maluku Tenggara. Setelah pemeriksaan, ketiga kapal dinyatakan siap melayani angkutan Natal dan Tahun Baru.
Sementara itu, delapan kapal lainnya berada di Ambon, yakni KMP Danaurana, KMP Wayangan, KMP Layur, KMP Samandar, KMP Erana, KMP Inelika, KMP Roka Tenda, serta KMP Terubuk yang saat ini sedang menjalani docking.
“Insya Allah per 1 Desember kapal itu kembali beroperasi di lintasan Hunimua–Waipirit,” ujarnya.
ASDP memastikan empat kapal siap melayani rute Hunimua–Waipirit. Selain itu, dua kapal milik Pemda Maluku—KMP Sardinela dan KMP Kuako—yang dikelola Panca Karya juga mendukung rute tersebut.
Untuk lintasan lain, KMP Wayangan akan melayani Galala–Namlea, KMP Danaurana untuk rute Namlea–Masarete, serta KMP Layur dan KMP Samandar untuk rute Waai–Lei ke Umeputih hingga Nalahia dan Masohi.
Data ASDP mencatat, sejak Januari hingga September 2025, lintasan Hunimua–Waipirit telah melayani 307.268 penumpang dan 216.541 kendaraan, dengan dominasi kendaraan roda dua sebanyak 144.941 unit. Angka ini menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan ASDP sebagai pilihan utama mobilitas antarpulau.
ASDP meyakini, kesiapan matang dan inovasi berkelanjutan akan menciptakan pengalaman berlayar yang aman dan nyaman bagi masyarakat.
“Kami ingin pengguna jasa merasakan transformasi nyata layanan ASDP baik dari sisi digital, operasional, maupun pelayanan di lapangan,” ucapnya.
