Malra (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara resmi mengoperasikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pratama Elat di Ohoi/Desa Elat, Kecamatan Kei Besar guna mempermudah layanan kesehatan bagi warga setempat.
Dengan beroperasinya RSUD Pratama Elat ini diharapkan memberikan pelayanan kesehatan paripurna.
Rumah sakit ini merupakan jenis rumah sakit umum kelas D yang menyediakan layanan rawat jalan, rawat inap, gawat darurat, dan penunjang medis lainnya untuk meningkatkan akses pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat.
Acara peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti, penekanan sirene, dan pemotongan pita oleh Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun.
Peresmian ini menjadi jawaban atas kebutuhan pelayanan kesehatan lengkap dan memadai bagi masyarakat di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar).
Hadir dalam acara tersebut jajaran Forkopimda, Staf Ahli Bupati, Asisten Sekda, pimpinan OPD, camat, kepala ohoi, tenaga kesehatan, dan warga sekitar.
Dalam sambutannya, Bupati Thaher menegaskan pembangunan layanan kesehatan di Kei Besar merupakan bentuk keberpihakan pemerintah daerah terhadap pemerataan pembangunan.
Menurut dia, akses kesehatan selama ini sangat sulit hingga tak jarang warga kehilangan nyawa karena harus menempuh perjalanan dengan mengabaikan keselamatan risiko keselamatan lewat laut dari Kei Besar menuju ke Langgur Kei Kecil.
“Kei Besar harus maju dan setara dengan Kei Kecil. Peresmian rumah sakit ini menepis kecemasan yang dialami masyarakat selama puluhan tahun,” kata dia.
Ia menjelaskan, pembangunan rumah sakit Pratama Elat dimulai pada 2023 melalui DAK fisik dengan total anggaran Rp66,32 miliar, termasuk pengadaan alkes dan fasilitas pendukung. Bupati berharap seluruh tenaga kesehatan bekerja dengan profesional, ramah, dan menjaga fasilitas yang ada.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara, Muhsin Rahayaan, menyampaikan, RSUD Pratama Elat telah dilengkapi 11 gedung pelayanan sesuai Permenkes Nomor 24 Tahun 2014.
Mulai dari rawat jalan, rawat inap, UGD, ruang operasi, laboratorium, radiologi, farmasi, dapur gizi, hingga gedung laundry dan kamar jenazah.
Saat ini telah ditugaskan 56 tenaga kesehatan, namun masih dibutuhkan sekitar 25 orang tambahan.
Muhsin juga melaporkan kebutuhan mendesak lainnya yaitu ambulans, guna mendukung operasional rumah sakit.
“Kami berterima kasih atas kebijakan Pak Bupati melalui Perbup Nomor 15 Tahun 2025 yang memungkinkan perekrutan non-PNS dan P3K,”pungkasnya. (DS).
