Ambon (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Maluku menggelar upacara kedinasan untuk menghormati kiprah dan pengabdian mantan Gubernur Maluku Almarhum Said Assagaff di kediamannya, kawasan Cipete, Jakarta Selatan.
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa di Jakarta, Senin menyatakan bahwa kepergian mantan gubernur Said Assagaff bukan hanya kehilangan besar bagi keluarga, tetapi juga bagi pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Maluku.
“Almarhum dikenal sebagai sosok pemimpin yang tenang, bijaksana, dan penuh integritas. Beliau memberi perhatian besar pada pembangunan sumber daya manusia, stabilitas daerah, penguatan identitas budaya Maluku, hingga pembangunan infrastruktur yang menjadi fondasi kemajuan saat ini,” ujarnya.
Almarhum Said Assegaf meninggal dunia pada Minggu 30 November 2025 di Jakarta. Pada upacara pelepasan jenazah itu dihadiri pejabat negara, anggota DPR dan DPD RI asal Maluku, tokoh-tokoh Maluku di Jabodetabek, pimpinan Forkopimda, anggota DPRD Maluku, para bupati/wali kota se-Maluku serta keluarga besar almarhum.
Dalam kesempatan itu Gubernur Hendrik juga mengenang almarhum sebagai pemimpin yang lebih mengutamakan tindakan ketimbang ucapan, serta sosok yang tulus, rendah hati, dan dekat dengan masyarakat.
“Beliau sering menekankan bahwa tugas pemerintahan adalah amal jariyah, ladang pengabdian yang pahalanya terus mengalir. Hari ini kita menjadi saksi bahwa kebaikan almarhum telah memberi manfaat bagi masyarakat Maluku, dan insya Allah menjadi bekal terbaik di hadapan Tuhan Yang Maha Kuasa,” kata Lewerissa.

Ia juga menyampaikan belasungkawa mendalam dan doa bagi keluarga yang ditinggalkan.
“Semoga Allah SWT memberikan kesabaran, ketabahan, serta kekuatan kepada keluarga, dan melimpahkan rahmat-Nya kepada almarhum,” tutupnya.
Amarhum Said Assagaff merupakan birokrat senior yang meniti karier dari bawah hingga menduduki kursi tertinggi pemerintahan di Maluku.
Lahir di Ambon pada 6 Mei 1956 dan menempuh pendidikan tinggi di Institut Pertanian Bogor, ia memulai pengabdian sebagai aparatur yang konsisten membangun bidang pertanian dan tata kelola pemerintahan daerah.
Kariernya terus menanjak hingga dipercaya menjabat Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, posisi strategis yang membuka jalan baginya untuk menjadi Wakil Gubernur Maluku periode 2008-2013. Pada 2014, ia terpilih sebagai Gubernur Maluku dan memimpin hingga 2019 dengan gaya kepemimpinan yang tenang, bijaksana, dan penuh integritas.
Selama masa jabatannya, Said Assagaff dikenal berfokus pada penguatan stabilitas daerah pascakonflik, pembangunan sumber daya manusia, serta percepatan infrastruktur yang menjadi fondasi penting kemajuan Maluku. Ia mendorong dialog lintas agama, memperkuat identitas budaya, dan meningkatkan kualitas pendidikan melalui berbagai program beasiswa dan kemitraan.
Di bidang ekonomi, almarhum turut menggerakkan pembangunan sektor kelautan dan perikanan, termasuk advokasi penetapan Lumbung Ikan Nasional. Atas pengabdiannya, ia menerima sejumlah penghargaan nasional, termasuk Satyalancana Karya Satya dan apresiasi atas kontribusinya dalam menjaga harmoni sosial.
