Ambon (ANTARA) -
Kepolisian Daerah (Polda) Maluku menggandeng Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon untuk memperkuat kajian strategis terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Maluku.
“Pelibatan akademisi dalam kajian keamanan diperlukan agar kebijakan kepolisian memiliki dasar ilmiah dan dapat menjawab persoalan riil di masyarakat,” kata Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto ke kampus Unpatti, di Ambon, Jumat.
Kerja sama tersebut dibahas dalam kunjungan Kapolda di Unpatti. Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang rapat rektor, Kapolda yang didampingi sejumlah pejabat utama Polda Maluku disambut Rektor Unpatti Prof Dr Fredy Leiwakabessy bersama para wakil rektor, dekan fakultas, dan pimpinan lembaga penelitian kampus tersebut.
“Kami berharap kerja sama ini dapat meningkatkan kualitas kajian keamanan di Maluku, termasuk dalam mendorong solusi untuk peningkatan rasa aman masyarakat dan kepercayaan publik terhadap Polri,” ujarnya.
Irjen Dadang menekankan bahwa kolaborasi antara Polda dan Unpatti bukan hal baru, namun perlu diperluas terutama dalam riset keamanan, pengembangan sumber daya manusia (SDM), dan penanganan persoalan sosial yang berpotensi memicu gangguan kamtibmas.
“Era digital menuntut peningkatan kompetensi, khususnya bagi personel Polri. Karena itu kami berharap anak-anak Maluku dan akademisi dapat ikut berkontribusi dalam membangun pola pendekatan keamanan berbasis ilmu pengetahuan,” katanya.
Dalam forum tersebut, Kapolda juga menyoroti isu minuman keras tradisional jenis sopi yang dinilai masih menjadi pemicu kriminalitas di sejumlah wilayah. Ia membuka peluang riset bersama terkait pengolahan sopi menjadi produk turunan bernilai ekonomi tinggi.
“Jika sopi bisa menjadi antiseptik atau produk lain yang lebih bermanfaat bagi masyarakat, itu lebih baik daripada menjadi pemicu masalah sosial,” tegasnya.
Rektor Unpatti Fredy Leiwakabessy menyambut baik ajakan kolaborasi tersebut. Ia memastikan pihaknya siap menindaklanjuti melalui kajian akademik, riset terapan, dan program bersama.
“Kami berharap kunjungan ini semakin memperkuat sinergi Polda dan Unpatti dalam riset keamanan publik sehingga masyarakat merasa lebih aman dalam beraktivitas,” ujar Fredy.
Ketua lembaga penelitian dan pengabdian (LPPM) Unpatti Estevanus K. Huliselan juga menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut dan menyatakan bahwa lembaganya telah mulai mengkaji formulasi pemanfaatan sopi sebagai produk bernilai ekonomi agar tidak lagi menjadi penyebab kriminalitas.
