Ambon (ANTARA) -
Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dit Tahti) kepolisian daerah (Polda) Maluku menyerahkan sebanyak 25 Alkitab kepada warga binaan saat pelaksanaan perayaan Natal 2025 di Aula Lantai 3 Rutan Polda Maluku.
“Semoga perayaan ini dapat dimaknai bersama, khususnya bagi adik-adik warga binaan. Saya berharap setelah menjalani masa hukuman, mereka bisa kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik,” kata Direktur Tahti Polda Maluku AKBP Yani Reawaru, di Ambon, Sabtu.
Perayaan Natal tahun ini mengangkat tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” yang diambil dari Matius 1:21–24 sebagai pengingat akan kasih, pengharapan, dan proses pemulihan bagi warga binaan selama menjalani masa hukuman.
Kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri Ketua Pokjaluh Agama Kristen Kota Ambon Alfananti Yohanty, Kabag RBP Biro Rena Polda Maluku AKBP Robert Ferdinandus AMK, para pelayan gereja, personel Dit Tahti, warga binaan, serta perwakilan keluarga.
AKBP Yani menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya perayaan tersebut.
“Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, perayaan Natal bersama warga binaan ini dapat berjalan dengan aman dan lancar,” ujarnya.
Ia berharap momentum Natal dapat membawa perubahan positif bagi warga binaan.
Ketua Pokjaluh Agama Kristen Kota Ambon Alfananti Yohanty, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menyebutkan, perayaan Natal di Rutan menjadi penghiburan bagi warga binaan yang tidak dapat berkumpul bersama keluarga.
“Semoga kegiatan ini memberi kekuatan dan sukacita bagi mereka yang sementara menjalani masa tahanan,” ujarnya
Sementara itu, AKBP Robert Ferdinandus menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendampingi pembinaan warga binaan, baik secara mental maupun spiritual.
“Harapan kami, pembinaan ini dapat terus ditingkatkan agar ketika kembali ke masyarakat, mereka menjadi pribadi yang lebih baik,” ucapnya.
Selain penyerahan Alkitab, seluruh warga binaan juga menerima bingkisan Natal sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moral dari Polda Maluku.
Perayaan Natal ini diharapkan dapat memperkuat mental dan spiritual warga binaan, serta menjadi pengingat bahwa mereka tetap mendapat perhatian selama menjalani masa pembinaan.
