Ambon (ANTARA) -
Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, Maluku, menegaskan komitmennya untuk membangun lingkungan kota yang inklusif dan ramah bagi penyandang disabilitas.
“Patut bagi kita semua untuk berkolaborasi memastikan seluruh warga kota, termasuk saudara-saudara kita penyandang disabilitas, mendapat perhatian penuh serta ruang untuk berekspresi dan mengakses seluruh hal di Kota Ambon,” kata Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena, di Ambon, Minggu.
Komitmen tersebut disampaikan melalui pelaksanaan Festival Kreasi Inklusi yang digelar bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku di Ambon City Center, dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional.
Kegiatan tahun ini mengangkat tema “Mewujudkan masyarakat ramah dan inklusif bagi penyandang disabilitas dengan mendorong kemajuan sosial dan peningkatan akses keuangan yang setara.”
Wali Kota Ambon mengatakan, peringatan tersebut menjadi momentum penting untuk memastikan seluruh warga, termasuk penyandang disabilitas, memiliki akses dan kesempatan yang sama dalam berbagai layanan publik.
"Momen ini mau mengingatkan kita semua bahwa kita hidup dalam keberagaman dan kemajemukan. Tugas kita adalah memastikan bahwa semua orang yang hidup di Ambon memiliki akses yang sama terhadap berbagai hal yang dilakukan oleh pemerintah dalam semua aspek. Itu yang kita sebut inklusif,” ujarnya.
Ia menjelaskan, visi pembangunan Kota Ambon periode 2025–2030 berfokus pada terwujudnya Ambon Manise yang inklusif, toleran, dan berkelanjutan. Kolaborasi lintas lembaga, termasuk dengan lembaga keuangan, disebut sebagai kunci utama dalam memperluas akses layanan bagi penyandang disabilitas.
“Kegiatan hari ini adalah bukti kolaborasi luar biasa antara OJK, lembaga keuangan, pemerintah kota, dan para pemangku kepentingan,” katanya menambahkan.
Ia juga menambahkan, Pemkot Ambon akan terus memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak untuk menyediakan dukungan nyata bagi penyandang disabilitas, termasuk ruang kreativitas dan akses layanan publik.
“Jika ini terus kita lakukan, visi besar mewujudkan Ambon yang inklusif akan dapat dicapai. Kami akan terus mendukung semua pihak, terutama OJK dan lembaga keuangan, untuk menciptakan inklusi di kota ini,” tegas Bodewin.
Wali Kota juga menyampaikan apresiasi kepada OJK Provinsi Maluku, para guru, pelatih, dan pimpinan sekolah luar biasa (SLB) atas kontribusi dalam mendampingi anak-anak penyandang disabilitas.
Ia menyampaikan pesan penyemangat bagi peserta kegiatan, khususnya penyandang disabilitas.
“Kepada anak-anakku penyandang disabilitas, kalian tidak sendiri. Pemerintah dan semua pihak ada untuk kalian. Jangan berkecil hati, Tuhan tidak pernah keliru menciptakan seseorang,” ucapnya.
Bodewin berharap, kegiatan tersebut menjadi langkah nyata dalam memperkuat pemahaman dan praktik inklusi di Kota Ambon, serta menumbuhkan semangat kolaborasi untuk menjawab tantangan ke depan.
