Ambon (ANTARA) -
Kepolisian Daerah (Polda) Maluku menyalurkan sebanyak 1.000 paket sembako bagi warga terdampak banjir di Provinsi Sumatera Utara (Sumut).
“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Kapolda Maluku terhadap saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah banjir. Semoga bantuan ini dapat meringankan kebutuhan sehari-hari warga,” kata Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi, di Ambon, Minggu.
Ia mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Kapolda Maluku, Irjen Pol Dadang Hartanto, terhadap masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit pascabanjir.
Rositah menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari tugas kemanusiaan Polri.
“Polri hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk memberikan bantuan nyata ketika masyarakat membutuhkan. Kapolda Maluku berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin hingga kondisi kembali pulih,” ujarnya.
Seluruh proses pendistribusian berjalan aman, tertib, dan mendapat respons positif dari masyarakat.
Program bantuan ini sekaligus menambah daftar penyaluran dukungan kemanusiaan Polda Maluku di wilayah Sumatera Utara sejak banjir melanda. Solidaritas lintas daerah tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan warga terdampak.
Penyaluran bantuan dimulai pada Jumat, 5 Desember 2025, yang diserahkan langsung oleh Kasubdit 4 Ditintelkam Polda Maluku, Kompol Andreas H. Sihite, bersama Sekretaris Camat Marelan, Medan, Sumut.
Pembagian bantuan juga dilanjutkan Sabtu (6/12) di Gang Salamudin, Lingkungan 13, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, serta titik-titik terdampak banjir lainnya, termasuk Jalan Kapten Rahmad Budin, Kelurahan Terjun. Kegiatan didampingi anggota DPRD Sumatera Utara, Alfriyansah Ujung ST.
Menurut Alfriyansah, bantuan lintas daerah tersebut menjadi bukti bahwa nilai kemanusiaan tidak dibatasi wilayah administrasi.
“Ini bukan hanya bantuan sembako, tetapi wujud empati dan solidaritas dari Kapolda Maluku kepada warga Sumut, Aceh, dan Sumbar yang terdampak bencana. Atas nama masyarakat, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya,” katanya.
Warga turut menyampaikan apresiasi serupa. Salah satu penerima bantuan bernama Iyong, seorang nelayan, mengatakan bahwa kondisi cuaca buruk dan banjir membuat sebagian besar warga tidak dapat bekerja.
