Ambon (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon menyambut perayaan Natal 2025 lewat pembinaan moderasi beragama bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) sebagai upaya menciptakan lingkungan pemasyarakatan harmonis, aman, dan toleran sebagai unsur penting dalam pembinaan di lapas.

Kepala Lapas Kelas IIA Ambon Hendra Budiman di Ambon, Selasa, mengatakan pembinaan moderasi beragama telah dilakukan secara terprogram melalui kegiatan ibadah rutin sesuai agama dan kepercayaan, dialog lintas iman, kelas pembelajaran kitab suci, pendampingan konseling rohani, pelatihan budaya toleransi berbasis kearifan lokal “orang basudara,” hingga program rekonsiliasi personal dan sosial bagi WBP.

“Perayaan Natal tahun ini menjadi momentum untuk menyatakan bahwa komitmen moderasi beragama di Lapas Ambon itu sangat nyata. Harmonisasi kehidupan beragama di Lapas Ambon benar-benar kami utamakan dalam pembinaan kepada warga binaan,” ujarnya dalam perayaan Natal 2025 di Lapas kelas IIA Ambon.

Ia menjelaskan melalui program dialog kerukunan, para WBP dari latar belakang berbeda diberi ruang berdiskusi tentang nilai kemanusiaan universal dan penyelesaian konflik.

Selain itu, kelas pembelajaran kitab suci menghadirkan pembimbing masing-masing agama, sementara konseling rohani menjadi ruang yang membantu WBP menemukan perubahan perilaku melalui pendekatan spiritual.

Kepala Lapas kelas IIA Ambon Hendra Budiman memberikan bingkisa Natal pada warga binaan. (Antara/Dedy Azis)

Dia mengatakan harmonisasi antar-umat beragama di lingkungan Lapas Ambon selama ini berjalan dengan lancar, tertib, aman dan humanis, karena menjadi syarat dan unsur penting dalam pembinaan, baik mental, kepribadian, maupun sosial kemasyarakatan.

Phaknya bekerja sama dengan komunitas lintas agama, seperti Kanwil Kementerian Agama, Gereja Protestan Maluku, paroki, hingga pemerintah daerah untuk memberikan pembinaan kepada WBP sesuai keyakinan masing-masing, sambil tetap mengembangkan potensi internal dari warga binaan itu agar nilai toleransi tumbuh dari dalam dan tercermin dalam perilaku keseharian.

Hendra mengajak seluruh WBP menjadikan perayaan Natal sebagai ruang untuk bersyukur, bersatu hati, saling menopang satu sama lain, serta menguatkan kebersamaan di tengah perbedaan.

“Momentum Natal ini kami harapkan dapat melahirkan energi positif tentang moderasi beragama yang tercermin dalam kehidupan orang basudara dan menghargai hakikat keberagaman,” ujarnya.



Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026