Ternate (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Babullah Ternate mengimbau pemerintah dan masyarakat di Maluku Utara (Malut) untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan menyusul fenomena cuaca ekstrem.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Babullah Ternate Sakimin di Ternate, Jumat, mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat memastikan kesiapan infrastruktur serta tata kelola sumber daya air demi mengantisipasi dampak peningkatan curah hujan dan kerawanan pohon tumbang.
Kolaborasi antar-instansi juga dinilai penting dalam menghadapi dampak fenomena cuaca ekstrem.
"Diperlukan koordinasi, sinergi, dan komunikasi yang intensif antar pihak terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana," ujar dia.
BMKG telah mengeluarkan peringatan dini terkait dengan cuaca ekstrem yang berpotensi melanda Maluku Utara selama 12 hingga 17 Desember 2025. Peringatan ini disampaikan langsung Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Babullah Ternate Sakimin dalam keterangan resmi.
Dia mengatakan hasil pemantauan dinamika atmosfer menunjukkan adanya belokan dan perlambatan massa udara di sekitar wilayah Maluku Utara. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan kecepatan angin dan memicu pertumbuhan awan hujan di sejumlah daerah.
Secara umum, kondisi cuaca Maluku Utara periode 12–17 Desember 2025 berawan hingga hujan ringan.
"Namun masyarakat perlu mewaspadai adanya peningkatan curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang bisa terjadi secara fluktuatif, baik pada pagi, siang/sore, maupun malam dan dini hari," ujarnya.
BMKG juga mengatakan adanya dampak turunan akibat fenomena hidrometeorologi ini, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, angin kencang, hingga berkurangnya jarak pandang.
BMKG memerinci wilayah berpotensi terdampak hujan intensitas sedang hingga lebat selama periode tersebut, di antaranya 11–12 Desember 2025 Morotai, Kabupaten Halmahera Utara, Kabupaten Halmahera Barat, Halmahera Timur, Halmahera Tengah–Kota Tidore Kepulauan, Kota Ternate, Kabupaten Halmahera Selatan, Kepulauan Sula, Pulau Taliabu dan sekitarnya.
Pada 13-17 Desember 2025, Kabupaten Halmahera Utara, Kabupaten Halmahera Barat, Kabupaten Halmahera Timur, Kabupaten Halmahera Tengah, Kota Tidore Kepulauan, Kota Ternate, Kabupaten Halmahera Selatan, Kepulauan Sula, Pulau Taliabu dan sekitarnya
