Ambon (ANTARA) - Keuskupan Diosis Amboina tidak melaksanakan “open house” di perayaan Natal 2025 dan memilih melaksanakan aksi kemanusiaan sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap bencana alam di Aceh dan Sumatera.
“Tahun ini kami tidak melaksanakan “open house” kami memilih untuk membantu saudara kita di Aceh dan Sumatera yang mengalami bencana alam,” kata Uskup Keuskupan Amboina, Mgr Senno Ngutra di Ambon, Selasa.
Ia mengatakan. keuskupan Amboina menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak termasuk kepada Gubernur Maluku, Wali Kota Ambon dan pejabat lainnya karena telah memutuskan membatalkan open house Natal tahun 2025.
Keputusan pembatalan katanya, bukan tanpa alasan, Keuskupan Diosis Amboina memilih untuk memanusiakan manusia. Artinya, dengan anggaran kegiatan tersebut alangkah baiknya disalurkan untuk membantu korban terdampak bencana alam.
Saat ini juga kondisi keuangan pemerintah tidak baik-baik saja, terdampak efisiensi banyak anggaran dipotong dan berdampak di masyarakat.
Di tengah kesulitan yang dihadapi, di sisi lain kita membuat acara dan menghabiskan anggaran untuk makan dan minum, rasa ini tidak adil. Kemanusiaan itu satu dan sama. Tidak membedakan agama.
“Ketika saudara-saudara kita di Aceh dan Sumatera kesulitan makan, sementara kita berpesta dengan makanan berlimpah. Saya rasa itu tidak adil secara kemanusiaan,” katanya.
Uskup menyatakan, secara nasional Konfernsi Wali gereja Indonesia (KWI) juga mengimbau 38 keuskupan di Indonesia untuk menggalang derma dan kolekta khusus bagi para korban bencana Aceh dan Sumatera.
"Keuskupan Amboina sebelumnya telah mengirimkan bantuan dari umat Katolik untuk saudara-saudara kita yang terdampak bencana Sumatera," ujarnya.
Uskup menyatakan, walau tidak menggelar open house Keuskupan Amboina melaksanakan aksi berbagi dengan umat di delapan paroki.
“Tahun ini saya melakukan kegiatan yang tidak biasa dilakukan yakni, datang menyapa umat di delapan paroki untuk membagikan bingkisan natal kepada 10 keluarga kurang mampu di setiap paroki,” katanya.
Di 24 Desember 2025, akan merayakan natal di Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Ambon dan, pada misa malam Natal uskup akan memimpin misa di gereja Katolik di Negeri Waai, Kabupaten Maluku Tengah.
“Tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya, jika biasanya saya memimpin misa malam natal di Gereja Katedral, maka tahun ini saya memilih memimpin ibadah di gereja Katolik di Negeri Waai,” katanya.
