Ambon (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Wilayah Maluku dan Maluku Utara memastikan stok beras untuk wilayah Maluku cukup hingga enam bulan ke depan.
“Dengan volume yang ada, kami pastikan kebutuhan masyarakat Maluku aman. Stok ini cukup untuk penyaluran rutin dan intervensi pasar,” kata Pemimpin Perum Bulog Maluku Wilayah Maluku dan Malut Rudy Senawi Tahir, di Ambon, Sabtu.
Ia menjelaskan total ketersediaan beras medium dan premium yang tersebar di Ambon, Tual dan Ternate per 8 Januari 2026 mencapai 11.456.761,37 kilogram beras medium dan 811.790 kilogram beras premium, atau setara lebih dari 12.268 ton beras siap didistribusikan ke masyarakat hingga pertengahan 2026.
Stok beras terbesar tersimpan di Kantor Bulog Maluku di Ambon, dengan ketersediaan 6.231.732,87 kilogram beras medium dan 634.035 kilogram beras premium, atau total 6.865.767,87 kilogram. Selain beras, tersedia juga 81.220 kilogram gula dan 95.265 liter minyak goreng.
Di Kantor Cabang Tual, stok beras tercatat 2.692.745 kilogram beras medium dan 41.205 kilogram beras premium, dengan total 2.733.950 kilogram. Komoditas pendukung di Tual meliputi 3.850 kilogram gula dan 82.807,70 liter minyak goreng.
Sementara itu, Kantor Cabang Ternate menyuplai 2.532.283,50 kilogram beras medium dan 136.550 kilogram beras premium, sehingga total persediaan mencapai 2.668.833,50 kilogram. Cabang ini juga menyimpan 23.866 kilogram gula dan 95.204,40 liter minyak goreng.
Bulog menegaskan distribusi akan dilakukan secara terukur sesuai kebutuhan di masing-masing wilayah, termasuk untuk operasi pasar, cadangan beras pemerintah (CBP), serta penyaluran bantuan pangan bila diperlukan.
“Kami mengimbau masyarakat tidak panik dan tetap berbelanja sesuai kebutuhan karena Bulog siap menjaga stabilitas pasokan di Maluku,” tambah dia.
Selain beras, total stok komoditas nonberas yang dikelola Bulog Maluku mencakup 108.936 kilogram gula, 273.271 liter minyak goreng, serta 54.590 kilogram jagung yang disiapkan untuk penugasan pemerintah.
