Ternate (ANTARA) - Kapal milik Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ternate, KN SAR 237 Pandudewanata, mengangkut bantuan logistik bagi masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Halmahera Barat dan Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Ternate, Iwan Ramdani di Ternate, Jumat, mengatakan bahwa kapal tersebut membawa bantuan logistik dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara sekaligus mengangkut personel gabungan yang akan terlibat dalam penanganan pascabencana di wilayah terdampak.
"KN SAR 237 Pandudewanata membawa bantuan logistik dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk Kabupaten Halmahera Barat dan Halmahera Utara, serta personel dari Kantor SAR Ternate, Dinas Sosial Provinsi Maluku Utara, BPBD Provinsi Maluku Utara, dan sejumlah relawan," ujar dia.
Ia menjelaskan, pengiriman bantuan melalui jalur laut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan. Sejumlah akses jalan menuju wilayah terdampak banjir dilaporkan terputus, sementara jaringan telekomunikasi dan pasokan listrik masih dalam tahap pemulihan.
"Melihat kondisi di lapangan yang tidak memungkinkan menggunakan jalur darat, maka jalur laut menjadi pilihan paling efektif dan aman untuk mempercepat distribusi bantuan kepada masyarakat terdampak," jelasnya.
KN SAR 237 Pandudewanata bertolak dari Pelabuhan Ahmad Yani Ternate pada Kamis, 8 Januari 2026, sekitar pukul 15.30 WIT. Kapal tersebut menempuh rute Pelabuhan Jailolo, kemudian melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan Desa Soasio, Kabupaten Halmahera Barat.
Selanjutnya kapal akan singgah di Pelabuhan Desa Asismiro, Pelabuhan Dotita, Pelabuhan Desa Posi-Posisi, dan terakhir bersandar di Pelabuhan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Syamsudin Abdul Kadir, saat melepas rombongan pengangkut bantuan logistik menyampaikan bahwa Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk memastikan penanganan pascabencana dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Menurutnya, Pemprov Malut berkomitmen penuh untuk memastikan seluruh proses penanganan pascabencana berjalan dengan cepat dan terkoordinasi bersama pemerintah kabupaten serta pihak terkait.
Ia menambahkan, sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana. Pemerintah provinsi terus berkoordinasi dengan TNI/Polri, Basarnas, BPBD, Balai PUPR, operator telekomunikasi Telkomsel, PLN, pihak swasta, hingga relawan kemanusiaan.
Adapun bantuan logistik yang disalurkan antara lain beras sebanyak kurang lebih 5 ton, gula pasir 600 kilogram, minyak goreng 400 liter, 360 dus mie instan, susu kental manis, susu SGM, selimut, makanan siap saji, perlengkapan bayi, serta berbagai kebutuhan dasar lainnya.
"Bantuan dari pemerintah provinsi ini akan didistribusikan kepada masyarakat di Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, serta wilayah terdampak banjir di Kabupaten Halmahera Utara," jelas Syamsudin.
Ia berharap bantuan tersebut dapat segera memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak, sehingga kondisi sosial dan ekonomi warga perlahan dapat kembali normal pascabencana banjir yang melanda kedua daerah tersebut.
"Dengan terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat, diharapkan proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan aktivitas warga dapat kembali normal," tutupnya.
