Ternate (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Sultan Baabullah Ternate menyampaikan perairan di sebagian besar wilayah Maluku Utara (Malut) mengalami gelombang tinggi disertai cuaca buruk sehingga masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, waspada.
Petugas Prakirawan Cuaca BMKG Sultan Baabullah Ternate M Fauzi Bintiang di Ternate, Kamis, menjelaskan bahwa pada malam hari kondisi cuaca di Maluku Utara umumnya berawan, dengan potensi hujan ringan hingga lebat di sejumlah wilayah, antara lain Tobelo, Kao, Maba, Weda, Oba, Tidore, Jailolo, Ibu, Patani, Gane, Obi, Taliabu, dan sekitarnya.
Pada dini hari, cuaca diprakirakan cerah berawan, namun masih berpotensi terjadi hujan ringan hingga lebat di wilayah Kepulauan Widi, Obi, Mangole, Falabisahaya, Sanana, Taliabu, dan wilayah sekitarnya.
BMKG mencatat suhu udara berkisar 23 hingga 27 derajat Celsius, dengan kelembapan udara mencapai 85 hingga 100 persen.
Arah angin bertiup dari barat laut hingga timur laut dengan kecepatan antara 10-40 kilometer per jam.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini cuaca, dengan status waspada potensi hujan sedang hingga lebat di wilayah Kao, Maba, Patani, Weda, dan sekitarnya.
Dirinya menyebut untuk kondisi laut, tinggi gelombang diprakirakan berada pada kisaran 0,5 hingga 2,0 meter.
Oleh karena itu, BMKG mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, agar waspada terhadap potensi peningkatan tinggi gelombang akibat angin kencang, dengan gelombang yang dapat mencapai 2 meter di wilayah perairan Morotai, Kepulauan Loloda, dan perairan timur Halmahera.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap memantau informasi cuaca terkini dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Pewarta: Abdul FatahEditor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.