Ambon (ANTARA) - Tim SAR Gabungan mengevakuasi Tiara (20) seorang perempuan yang merupakan warga Desa Nusantara, Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah dari puncak gunung api akibat kakinya terkilir.
"Kondisi membahayakan jiwa manusia terjadi di Gunung Api Banda ketika korban mengalami terkilir pada pergelangan kaki saat menuruni puncak gunung api," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ambon Muhamad Arafah di Ambon, Minggu.
Kantor SAR Ambon melalui Pos SAR Banda yang menerima informasi tersebut sekitar pukul 00.20 WIT merespon cepat laporan tersebut dengan mengerahkan personil serta unsur masyarakat bergerak menuju Gunung Api Banda yang ketinggiannya antara 640 hingga 658 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Lokasi yang dituju berada pada koordinat 4°31'23.40"S - 129°52'52.38"E, jarak kurang lebih 3,69 Kilometer dan Heading 269,94° arah Barat dari pos SAR Banda.
"Usai menerima informasi tersebut, Tim SAR Gabungan dikerahkan guna mengevakuasi korban. Setelah tiba dilokasi pukul 02.25 dini hari, tim selanjutnya menyiapkan korban untuk dievakuasi," ujarnya.
Proses evakuasi korban berjalan lancar dan tetap memperhatikan safety. Dan alhamdulillah pada sekitar pukul 04.40 dini hari Tim SAR Gabungan bersama korban berhasil tiba dengan selamat di Desa Nusantara selanjutnya korban diserahkan kepada pihak keluarga.
Arafah menambahkan, Korban atas nama Tiara, perempuan berusia 20 tahun diketahui bersama rekan-rekannya pada tanggal 07 Februari 2026 sekitar pukul 15.02 WIT mendaki Gunung Api Banda serta ingin mendirikan tenda untuk bermalam pada puncak gunung.
Namun setelah tiba di puncak gunung dan menunggu salah seorang rekan mereka yang membawa tenda tidak kunjung datang, mereka membatalkan rencana camping di puncak gunung dan memilih kembali, namun saat menuruni lereng gunung kaki korban mengalami terkilir dan tidak dapat melanjutkan perjalanan.
Pewarta: Daniel LeonardUploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026