Ambon (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Maluku melalui Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya mengendalikan harga bahan pokok menjelang Ramadan 2026.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Maluku Faradilla Attamimi di Ambon, Jumat, mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, sekaligus memastikan keterjangkauan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok menjelang bulan suci.
“Gerakan Pangan Murah ini merupakan instrumen intervensi pemerintah daerah untuk menekan gejolak harga menjelang Ramadhan. Kami bekerja sama dengan distributor, Bulog, pelaku usaha pangan, serta BUMN pangan agar harga yang dijual di bawah harga pasar,” kata dia.
Ia menjelaskan, pelaksanaan GPM digelar secara bertahap di sejumlah titik di Kota Ambon dan sekitarnya, yakni pada 13 Februari 2026 di halaman Kantor Ketahanan Pangan Provinsi Maluku, 24 Februari di Desa Hila, 26 Februari di kawasan THR 2, 4 Maret di Desa Laha, 9 Maret di depan Kantor Kelurahan Honipopu, 12 Maret di Desa Tial, serta 16 Maret kembali di halaman Kantor Ketahanan Pangan Provinsi Maluku.
Menurut dia, komoditas yang dijual dalam GPM meliputi beras medium dan premium, gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, telur ayam ras, bawang merah, bawang putih, cabai merah, hingga daging ayam beku.
Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan Maluku per pekan kedua Februari 2026, harga bahan pokok di pasar tradisional Kota Ambon tercatat beras medium berada di kisaran Rp14.000-Rp15.000 per kilogram, gula pasir Rp17.000 per kilogram, minyak goreng kemasan sederhana Rp16.000-Rp17.000 per liter, telur ayam ras Rp32.000-Rp34.000 per kilogram, bawang merah Rp45.000 per kilogram, bawang putih Rp42.000 per kilogram, dan cabai merah Rp70.000-Rp80.000 per kilogram.
Sementara dalam pelaksanaan GPM, beras medium dijual Rp12.500 per kilogram, gula pasir Rp15.000 per kilogram, minyak goreng Rp14.000 per liter, telur ayam ras Rp30.000 per kilogram, bawang merah Rp40.000 per kilogram, bawang putih Rp38.000 per kilogram, dan cabai merah Rp65.000 per kilogram.
“Selisih harga ini kami subsidi melalui skema fasilitasi distribusi dan dukungan dari mitra pemasok, sehingga masyarakat bisa memperoleh bahan pokok dengan harga lebih terjangkau,” ujarnya.
Ia menambahkan, GPM juga menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah yang dilakukan melalui koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Maluku, termasuk pemantauan rutin harga dan ketersediaan stok di tingkat distributor maupun pasar tradisional.
Dirinya memastikan stok pangan strategis di Maluku dalam kondisi aman hingga Ramadan dan Idul Fitri 2026, terutama untuk beras, gula, dan minyak goreng. Pemerintah daerah juga menyiapkan langkah antisipatif berupa operasi pasar tambahan jika terjadi lonjakan harga signifikan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Pemerintah hadir untuk memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia dan harga terkendali,” katanya.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul AzisUploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.