Ternate (ANTARA) - Sejumlah jenis kelapa muda asal Maluku Utara (Malut) selalu menjadi menu favorit masyarakat saat berbuka puasa di bulan Ramadan air kelapa muda segar dengan daging kenyal jadi kombinasi minuman alami yang sangat menyegarkan.

Salah seorang pelaku usaha, Risal di Ternate, Rabu, mengatakan bahwa harga kelapa saat bulan Ramadan mengalami peningkatan permintaan dari masyarakat. 

"Alhamdulillah di bulan puasa ini, pendapatan kami meningkat dari penjualan kelapa muda, dijual Rp10 ribu hingga Rp15 ribu per buah," ungkap Risal. 

Sementara, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum (Kemenkum) Maluku Utara (Malut), Budi Argap Situngkir (BAS) menyampaikan terdapat beberapa jenis kelapa dari Malut yang ternyata telah menjadi kekayaan intelektual komunal (KIK) pada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kemenkum.

Yakni KIK kategori indikasi geografis yaitu kelapa bido dari Morotai, dan KIK kategori potensi indikasi geografis yaitu kelapa nui sua dari Sanana, dan kelapa takome igo ratu dari Ternate.

"Pelindungan kekayaan intelektual komunal di antaranya potensi indikasi geografis maupun yang telah masuk menjadi indikasi geografis bertujuan untuk memberikan nilai tambah ekonomi disertai pelindungan hukum atas sebuah produk yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat di daerah tersebut," kata Argap.

Sementara itu, Kadiv Pelayanan Hukum, Rian Arvin mengatakan potensi kelapa nui sua dari Sanana, dan kelapa takome igo ratu dari Ternate akan didorong menjadi indikasi geografis, yang tahapannya akan melalui pemeriksaan substantif oleh DJKI.

Dalam mendorong pelindungan kekayaan intelektual, ia mengajak sinergi pemerintah daerah, komunitas masyarakat, kampus, dan seluruh pihak, agar bersama-sama mencatatkan potensi kekayaan intelektual komunal seperti pengetahuan tradisional, ekspresi budaya, potensi indikasi geografis, indikasi asal, dan lainnya.



Pewarta: Abdul Fatah
Editor : Ikhwan Wahyudi

COPYRIGHT © ANTARA 2026