Ambon (ANTARA) -

Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Maluku memprediksi jumlah penumpang angkutan penyeberangan pada Lebaran 2026 akan meningkat 4 persen dibandingkan tahun 2025.

“Berdasarkan hasil evaluasi dan proyeksi pergerakan di sejumlah lintasan utama, kenaikan terjadi pada penumpang maupun kendaraan roda dua dan roda empat,” kata Kepala BPTD Maluku Hasan Bisri, di Ambon, Rabu.

Hal tersebut disampaikan seiring dimulainya persiapan dan ramp check sarana-prasarana pendukung angkutan Lebaran.

Ia menyebutkan, di lintasan Hunimua–Waipirit (PP), jumlah penumpang (PNP) pada 2025 tercatat 25.371 orang dan diprediksi naik menjadi 26.385 orang pada 2026. Kendaraan roda dua dari 12.151 unit pada 2025 diperkirakan meningkat menjadi 12.637 unit, sementara kendaraan roda empat dari 4.630 unit menjadi 4.815 unit.

Pada lintasan Waipirit, jumlah penumpang 2025 sebanyak 21.376 orang diproyeksikan naik menjadi 22.231 orang pada 2026. Kendaraan roda dua dari 11.596 unit menjadi 12.059 unit, dan kendaraan roda empat dari 4.563 unit menjadi 4.745 unit.

Sementara itu, di lintasan Galala, jumlah penumpang 2025 tercatat 2.357 orang dan diprediksi naik menjadi 2.451 orang pada 2026. Kendaraan roda dua dari 1.450 unit menjadi 1.508 unit, serta kendaraan roda empat dari 391 unit menjadi 406 unit.

Adapun lintasan Namlea, jumlah penumpang 2025 sebanyak 2.024 orang diperkirakan meningkat menjadi 2.105 orang pada 2026. Kendaraan roda dua dari 1.260 unit menjadi 1.310 unit, dan kendaraan roda empat dari 395 unit menjadi 411 unit.

Menurutnya, prediksi kenaikan 4 persen tersebut mempertimbangkan tren pergerakan angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang berjalan lancar.

“Evaluasi kegiatan Nataru kemarin berjalan baik dan lancar. Seluruh armada beroperasi sesuai kebutuhan, bahkan jumlah kapal yang beroperasi melebihi dari biasanya,” ujarnya.

Ia mencontohkan, pada periode Natal dan Tahun Baru jumlah kapal yang beroperasi mencapai tujuh unit, dari biasanya enam unit. Penambahan armada tersebut membuat pelayanan kepada masyarakat lebih maksimal.

Namun, pada lintasan Galala–Namlea sempat terjadi kendala karena salah satu kapal dari operator belum dapat beroperasi maksimal. Meski demikian, terdapat kapal pengganti yang melayani dari Pelabuhan Slamet Riyadi menuju Namlea sehingga pelayanan tetap berjalan.

“Ke depan, penyesuaian jadwal antar lintasan perlu disinkronkan agar kekurangan armada di satu pelabuhan bisa ditutup dari pelabuhan lain,” katanya menambahkan.

Menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026, BPTD Maluku telah menyusun rencana kesiapan angkutan Lebaran. Pemerintah pusat juga menginstruksikan pelaksanaan ramp check terhadap kapal serta pemeriksaan fasilitas dermaga.

Tim dari Direktorat Sungai, Danau, dan Penyeberangan telah melakukan pemeriksaan standar pelayanan minimum (SPM) di dermaga Hunimua dan Waipirit. Langkah ini dilakukan lebih awal karena pergerakan angkutan Lebaran umumnya lebih tinggi dibandingkan periode Nataru.

“Walaupun masih beberapa minggu lagi, antisipasi sudah dilakukan. Apa lagi kita akan memasuki musim panas, sehingga pergerakan diprediksi lebih lancar. Saat musim hujan saja kemarin bisa berjalan maksimal,” ucapnya.

BPTD memastikan ramp check akan terus dilakukan untuk menjamin keselamatan dan kelancaran arus penumpang selama periode angkutan Lebaran 2026.

 

 



Pewarta: Winda Herman
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026