Ambon (ANTARA) -
Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Maluku mencatat realisasi Luas Tambah Tanam (LTT) padi sawah dan padi gogo di Provinsi Maluku per Februari 2026 telah mencapai 104,8 persen dari target bulan berjalan.
“Untuk Februari targetnya 911 hektare dan hingga 23 Februari realisasinya sudah mencapai 104,8 persen atau 927 hektare. Target tiap bulan berbeda dan tidak bisa dirata-ratakan karena menyesuaikan kalender tanam,” kata Plt Kepala BBRMP Gunawan, di Ambon, Kamis.
Ia menyatakan, target LTT padi sawah tahun 2026 ditetapkan seluas 23.674 hektare. Target tersebut dibagi setiap bulan menyesuaikan kalender tanam di masing-masing daerah.
Ia menjelaskan, capaian Januari tercatat seluas 1.361 hektare. Dengan demikian, akumulasi realisasi LTT pada Januari dan Februari terus menunjukkan tren positif menuju target tahunan 23.674 hektare.
Menurut Gunawan, keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas sektor antara BBRMP Maluku, Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Ambon, penyuluh pertanian, serta penanggung jawab LTT di kabupaten/kota.
Sebelumnya, pihaknya juga telah melaksanakan rapat koordinasi membahas strategi percepatan tanam, mulai dari identifikasi kendala di lapangan hingga solusi konkret untuk mengatasinya.
Penguatan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan menjadi fokus utama, termasuk memperkuat sistem pemasaran gabah agar petani dapat menjual hasil panen sesuai harga yang ditetapkan pemerintah.
Gunawan menegaskan, kunci keberhasilan LTT terletak pada sinergi dengan berbagai pihak, seperti Perum Bulog, Balai Wilayah Sungai (BWS), Balai Perhutanan Sosial (BPS), perusahaan pupuk, serta pemangku kepentingan lainnya.
Selain itu, ia meminta setiap kabupaten/kota segera menuntaskan proses Calon Petani Calon Lahan (CPCL) agar kebutuhan benih dapat direalisasikan tepat waktu dan tepat sasaran.
Sementara itu, Kepala BBPPTP Ambon Kardiyono menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas penyuluh pertanian daerah yang kini berada di bawah Kementerian Pertanian. Ia menambahkan, selain fokus pada padi, pihaknya juga berkomitmen mendampingi hilirisasi komoditas unggulan Maluku seperti kelapa, kakao, pala, dan sagu.
Dengan strategi terpadu dari hulu hingga hilir, Pemerintah Provinsi Maluku optimistis sektor pertanian daerah akan semakin tangguh, produktif, serta mampu memberikan nilai tambah lebih besar bagi petani dan perekonomian daerah.
Pewarta: Winda HermanEditor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026