Ambon (ANTARA) - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Moluccas Coastal Care (MCC) membagikan sebanyak 1.350 anakan pohon produktif kepada masyarakat sebagai upaya memperkuat ketahanan iklim di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Maluku.
“Gerakan ini bukan sekadar pembagian bibit, melainkan bagian dari strategi adaptasi perubahan iklim berbasis komunitas,” kata Ketua MCC Teria Salhuteru, di Ambon, Sabtu.
Kegiatan ini dilaksanakan bersama PLN Peduli dan Kewang Muda Maluku di kawasan bawah JMP, Jalan Sultan Hasanuddin, Hative Kecil, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.
Kegiatan mengusung tema “Satu Rumah, Satu Pohon, Satu Harapan” dan menyasar warga di sejumlah negeri dan desa di Maluku. Sebanyak 97 warga tercatat mengambil bibit untuk ditanam di Negeri Oma, Hatalae, Lateri, Hutumuri, Saparua, Kebun Cengkeh, Pelauw, Passo, Waai, Tawiri, Tulehu, dan Mamala.
Adapun 1.350 bibit yang dibagikan terdiri dari 500 anakan cengkeh raja, 500 langsat, 150 pala, dan 200 lenggua. Bibit tersebut merupakan bantuan dari BPDAS Wae Batu Merah sebagai bentuk dukungan terhadap rehabilitasi lahan dan penguatan ekosistem di Maluku.
“Pulau kecil memiliki keterbatasan ruang dan sumber daya. Setiap pohon yang ditanam adalah perlindungan lingkungan sekaligus investasi ekonomi keluarga. Ini adalah bagian dari strategi adaptasi perubahan iklim berbasis komunitas,” ujarnya.
Sebagai daerah kepulauan, Maluku dinilai sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim, seperti kenaikan permukaan laut, abrasi pantai, cuaca ekstrem, hingga menurunnya produktivitas lahan. Kondisi tersebut menjadi ancaman nyata bagi pulau-pulau kecil yang memiliki ruang dan daya dukung terbatas.
Penanaman pohon produktif dipandang sebagai langkah adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Selain meningkatkan serapan karbon dan menjaga kualitas lingkungan, pohon juga membantu menahan erosi, memperbaiki struktur tanah, serta memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari inisiatif “Roots of Energy”, sebuah gerakan kolaboratif yang menekankan bahwa energi masa depan tidak hanya berasal dari listrik, tetapi juga dari akar-akar pohon yang menjaga tanah, air, dan kehidupan.
Melalui kolaborasi ini, MCC berharap semakin banyak masyarakat terlibat aktif dalam menjaga pesisir dan pulau-pulau kecil Maluku. Gerakan satu rumah menanam satu pohon diharapkan menjadi kontribusi nyata keluarga dalam menjaga masa depan pulau.
Pewarta: Winda HermanEditor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026